Rekomendasi saham untuk investor kala net sell asing tekan rupiah
Investor disarankan fokus pada saham fundamental kuat seperti BBRI, BMRI, TLKM, dan ADRO untuk Ifonti.com sell asing yang menekan rupiah dan IHSG.
Investor disarankan fokus pada saham fundamental kuat seperti BBRI, BMRI, TLKM, dan ADRO untuk Ifonti.com sell asing yang menekan rupiah dan IHSG.
IHSG diprediksi melemah pekan ini, saham nikel dan CPO jadi andalan di tengah sentimen global. Rekomendasi saham: AADI, LSIP, SSIA.
IHSG turun 19,55% pada 2026, saham DSSA, BBCA, dan BREN jadi top laggards. Sentimen global dan domestik Ifonti.com sell asing Rp49,87 triliun.
Saham sektor energi dan logam mulia seperti EMAS, MDKA, dan AADI menjadi pendorong utama IHSG di tengah tekanan geopolitik dan arus keluar dana asing.
IHSG turun ke 6.956,80 pada April 2026, terendah di Asia. Saham komoditas seperti EMAS dan ADRO tetap cuan.
Maybank Sekuritas mempertahankan target IHSG di level 8.400 pada akhir 2026 meskipun MSCI memperpanjang penghentian sementara saham Indonesia hingga Mei 2026.
HSBC memproyeksikan IHSG mencapai 7.500 pada 2026 meski ada tantangan seperti fluktuasi rupiah, net sell investor asing, hingga isu MSCI.
IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 7.700-7.843 setelah melonjak 2,34% ke 7.675 pada perdagangan sebelumnya.
IHSG diprediksi melemah pekan depan di kisaran 6.825–7.445 akibat ketegangan geopolitik AS-Iran dan lonjakan harga energi yang berlanjut.
IHSG turun 0,99% ke 7.026,78 dan kapitalisasi pasar turun 1,69% jadi Rp12.305 triliun.