IHSG sepekan melemah 0,56% ke 6.127,38
IHSG turun 0,56% ke 6.127,38 pada 25-29 Mei 2026. Kapitalisasi pasar naik 0,88% ke Rp10.729 triliun. Transaksi harian naik 30,37%, meski frekuensi dan volume turun.
IHSG turun 0,56% ke 6.127,38 pada 25-29 Mei 2026. Kapitalisasi pasar naik 0,88% ke Rp10.729 triliun. Transaksi harian naik 30,37%, meski frekuensi dan volume turun.
IHSG diprediksi volatil semester II/2026 akibat rebalancing FTSE dan MSCI, memicu outflow dana asing. Namun, peluang rebound tetap ada pasca-rebalancing.
IHSG diprediksi volatil hingga Juni 2026 akibat rebalancing indeks global. Saham RI terdepak, memicu risiko outflow besar. Reformasi pasar modal jadi harapan.
IHSG turun 8,35% ke 6.162, kapitalisasi pasar hilang Rp1.190 triliun. Transaksi harian naik 15,68%, investor asing jual bersih Rp41,63 triliun sepanjang 2026.
IHSG dibuka naik tipis 0,04% ke 6.602, dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap hasil RDG BI yang mungkin menaikkan suku bunga akibat pelemahan rupiah.
Investor disarankan fokus pada saham fundamental kuat seperti BBRI, BMRI, TLKM, dan ADRO untuk Ifonti.com sell asing yang menekan rupiah dan IHSG.
IHSG diprediksi melemah pekan ini, saham nikel dan CPO jadi andalan di tengah sentimen global. Rekomendasi saham: AADI, LSIP, SSIA.
IHSG turun 19,55% pada 2026, saham DSSA, BBCA, dan BREN jadi top laggards. Sentimen global dan domestik Ifonti.com sell asing Rp49,87 triliun.
Saham sektor energi dan logam mulia seperti EMAS, MDKA, dan AADI menjadi pendorong utama IHSG di tengah tekanan geopolitik dan arus keluar dana asing.
IHSG turun ke 6.956,80 pada April 2026, terendah di Asia. Saham komoditas seperti EMAS dan ADRO tetap cuan.