Tarik ulur sentimen FTSE dan MSCI bayangi prospek saham Barito (BREN)
Saham Barito Renewables Energy (BREN) dipengaruhi sentimen FTSE dan MSCI. Meski ada spekulasi, BREN fokus pada target kapasitas 1 GW pada 2026.
Saham Barito Renewables Energy (BREN) dipengaruhi sentimen FTSE dan MSCI. Meski ada spekulasi, BREN fokus pada target kapasitas 1 GW pada 2026.
IHSG naik 4,42% didorong pengumuman FTSE dan gencatan senjata AS-Iran, meski ketidakpastian global masih membayangi. Reformasi pasar modal Indonesia terus berjalan.
IHSG naik 3,39% didorong pengumuman FTSE, mayoritas saham big caps menguat, termasuk BBCA dan BBRI. Indonesia tetap di kelas secondary emerging market.
FTSE Russell mempertahankan status Indonesia di Secondary Emerging Market, memantau reformasi pasar modal, dan akan mengumumkan keputusan lanjutan pada Juni 2026.
BEI merilis daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholder Concentration (HSC) untuk meningkatkan transparansi pasar.
S&P Dow Jones memantau reformasi pasar saham Indonesia dan melanjutkan rebalancing Maret 2026, meski MSCI dan FTSE Russell menunda tinjauan karena kekhawatiran transparansi.
Pertemuan BEI dan MSCI sinyalkan perbaikan pasar saham Indonesia, menarik minat investor global dengan reformasi struktural dan peningkatan transparansi.
Minat asing pada saham migas Indonesia menurun akibat pembekuan rebalancing FTSE dan harga minyak yang lesu, memicu arus keluar modal dan risiko pasar.
FTSE Russell menunda review indeks saham Indonesia karena alasan teknis terkait data free float, bukan penurunan kualitas pasar. Penundaan ini memengaruhi stabilitas dana pasif dan inflow baru.
FTSE Russell memasukkan saham DSSA, ULTJ, dan CNMA ke indeks baru, namun performa saham ini lesu meski sebelumnya sempat menguat. IHSG diprediksi bervariasi.