Rebalancing MSCI bayangi IHSG, volatilitas tinggi Jumat (29/5)
IHSG diprediksi volatil pada 29 Mei 2026 akibat rebalancing MSCI. Meski ada tekanan, pasar dinilai akan lebih stabil ke depan.
IHSG diprediksi volatil pada 29 Mei 2026 akibat rebalancing MSCI. Meski ada tekanan, pasar dinilai akan lebih stabil ke depan.
Maybank Sekuritas mempertahankan target IHSG di level 8.400 pada akhir 2026 meskipun MSCI memperpanjang penghentian sementara saham Indonesia hingga Mei 2026.
FTSE Russell mempertahankan status Indonesia di Secondary Emerging Market, memantau reformasi pasar modal, dan akan mengumumkan keputusan lanjutan pada Juni 2026.
OJK ungkap dampak jangka pendek HSC: tekanan jual dan risiko outflow asing, namun ini transisional menuju pasar modal lebih sehat dan transparan.
IHSG pekan ini berpotensi rebound jika bertahan di atas 6.950, meski ketegangan Iran-AS dan reformasi pasar modal mempengaruhi arus dana asing.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menampilkan data kepemilikan saham dengan konsentrasi tinggi, dengan saham BREN, DSSA hingga LUCY termasuk dalam kategori ini.
OJK menargetkan lebih banyak saham Indonesia masuk indeks global MSCI dan FTSE dengan meningkatkan free float dari 7,5% menjadi 15% untuk meningkatkan investabilitas dan likuiditas pasar.
Transaksi saham di Sulsel capai Rp41,87 triliun pada 2025, naik 85,1% yoy. Investor saham tumbuh 31,23%, dominan reksa dana, SBN terendah. OJK dorong reformasi.
Danantara aktif di pasar modal Indonesia melalui manajer investasi meski tak tercatat di daftar pemegang saham di atas 1%, fokus pada saham berfundamental baik.
Danantara aktif di pasar modal Indonesia melalui manajer investasi meski tak tercatat di daftar pemegang saham di atas 1%, fokus pada saham berfundamental baik.