Arah IHSG pekan depan ditentukan rilis data ekonomi
IHSG pekan depan diprediksi volatil, dipengaruhi rilis data ekonomi seperti inflasi dan PDB. Sentimen global dan harga minyak juga berperan penting.
IHSG pekan depan diprediksi volatil, dipengaruhi rilis data ekonomi seperti inflasi dan PDB. Sentimen global dan harga minyak juga berperan penting.
IHSG dibuka naik 0,58% ke 7.147, saham BBCA, BREN, TPIA menguat. Namun, IHSG berisiko terkoreksi karena aksi jual asing dan ketidakpastian geopolitik.
IHSG diprediksi uji level 7.000 pekan depan, dipengaruhi ketidakpastian geopolitik dan hasil pertemuan FOMC. Saham ADMR, ADRO, SRTG perlu dicermati.
IHSG dibuka menguat ke 7.671 pada 20 April 2026, dengan saham BBCA, BUMI, dan TLKM naik. IHSG diprediksi konsolidasi dengan resistance di 7.773.
IHSG naik 1,25% ke 7.771 pada 15 April 2026, didukung saham BBCA, TPIA, dan BBRI. Pasar menyambut roadmap OJK untuk memperdalam pasar keuangan.
IHSG dibuka melemah 1,17% tertekan sentimen perang global akibat gagalnya perundingan damai AS-Iran. Saham big caps seperti BBCA dan BBRI turut terkoreksi.
IHSG ditutup naik 0,39% ke 7.307,59 didorong oleh penguatan saham big caps seperti BREN, DSSA, dan TPIA.
IHSG turun 0,53% ke 6.989, dipicu sentimen global dan domestik negatif. Saham big caps seperti BBCA dan BREN melemah, sementara AMMN dan TLKM menguat.
IHSG pekan ini berpotensi rebound jika bertahan di atas 6.950, meski ketegangan Iran-AS dan reformasi pasar modal mempengaruhi arus dana asing.
Saham DATA, PPRE, dan SSTM memimpin daftar top losers pekan ini dengan penurunan signifikan, sementara IHSG turun 0,99% dalam periode 30 Maret-2 April 2026.