
Ifonti.com , JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (15/4/2026). Sebelumnya indeks komposit telah menguat dalam dua hari perdagangan secara beruntun pekan ini.
Melansir IDX Mobile pukul 09.00 WIB, IHSG naik 1,25% atau 95,60 poin ke 7.771,55. Pasar mengawali perdagangan dengan transaksi 1,20 miliar saham senilai Rp744,1 miliar. Pagi ini terdapat 410 saham yang dibuka menguat, 74 saham dibuka melemah dan 475 saham belum bergerak.
Lima saham dengan kapitalisasi pasar terbesar juga dibuka menguat, bersamaan dengan IHSG yang dibuka hijau. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) naik 1,92% ke Rp6.625, sementara saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 0,74% ke Rp6.800.
: IHSG Bidik Area 7.843 Usai Melonjak 2,34%, Cermati Saham BBNI, HRTA hingga NICL
Selanjutnya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dibuka naik 2,12% ke Rp3.370, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) naik 3,82% ke Rp6.800, serta saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang menguat 1,16% ke Rp3.500.
Tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini akan berada di level resistance 7.800 dan level support 7.600. Pada perdagangan Selasa (14/4), IHSG menguat 2,34% ke 7.675,95, yang secara teknikal menujukkan bahwa MACD berlanjut menguat dan Stochastic RSI bergerak di area overbought.
: : IHSG Parkir di Zona Hijau Hari Ini (14/4) Diboyong Saham Grup Bakrie dan Prajogo
“IHSG membentuk gap di 7.527. Diperkirakan IHSG berpotensi menguji level resistance berikutnya di 7.700. Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.700, maka IHSG diperkirakan berpeluang menguji level MA50 di sekitar level 7.800,” tulis Phintraco dalam riset hariannya, Rabu (15/4/2026).
Di sisi lain, ada risiko profit taking dalam jangka pendek yang mewarnai pasar, mengingat kondisi IHSG yang sudah memasuki area overbought.
: : IHSG Dibuka Menguat 1,46% ke 7.609, Saham BREN, BBCA dan TPIA Jadi Penopang
Menilik sentimen dalam negeri, sekuritas mengatakan pasar akan menyambut langkah otoritas bursa melakukan pendalaman pasar modal domestik. Adapun, OJK merilis dua roadmap strategis 2026-2030 untuk memperdalam pasar keuangan domestik, yaitu pengembangan pasar derivatif dan pasar modal berkelanjutan.
Pengembangan pasar derivatif fokus pada pelindungan investor, harmonisasi pengawasan, dan peningkatan infrastruktur untuk menciptakan pasar yang likuid dan efisien. Sedangkan roadmap pasar modal berkelanjutan menargetkan penguatan instrumen berbasis ESG untuk mendukung net zero emission Indonesia, dengan pilar utama berupa kebijakan, diversifikasi produk, insentif, dan kolaborasi.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.