Kenaikan BI rate buka peluang capital inflow ke obligasi
Kenaikan BI Rate ke 5,25% diprediksi meningkatkan daya tarik investasi di pasar obligasi, memicu capital inflow ke instrumen pendapatan tetap SBN.
Kenaikan BI Rate ke 5,25% diprediksi meningkatkan daya tarik investasi di pasar obligasi, memicu capital inflow ke instrumen pendapatan tetap SBN.
IHSG diprediksi volatil semester II/2026 akibat rebalancing FTSE dan MSCI, memicu outflow dana asing. Namun, peluang rebound tetap ada pasca-rebalancing.
IHSG diprediksi menguat terbatas pekan ini dengan volatilitas tinggi. Cermati saham MDKA, ULTJ, dan BTPN untuk potensi rebound teknikal.
ADRO dan MIKA direkomendasikan untuk buyback saham di tengah pasar lesu. ADRO buyback hingga Rp4 triliun, MIKA Rp1 triliun. Keduanya dinilai menarik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG dapat kembali menguat hingga level 8.000 berkat membaiknya fundamental ekonomi dan kinerja perusahaan.
Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pelemahan rupiah dan IHSG bukan disebabkan oleh pembentukan badan ekspor atau defisit neraca perdagangan.
IHSG dibuka melemah 1,21% ke 6.020 pada 22 Mei 2026, dipicu minimnya katalis positif dan sentimen negatif eksternal, serta koreksi saham big caps seperti BBCA dan TPIA.
IHSG naik 0,55% ke 6.353 dengan saham big caps seperti BBCA dan MORA menguat. Pidato Prabowo dan kenaikan BI Rate menjadi sentimen pasar utama.
Mirae Asset memprediksi BI akan mempertahankan suku bunga 4,75% meski rupiah melemah ke Rp17.700 akibat ketidakpastian global dan lonjakan harga minyak.
IHSG diperkirakan masih volatil pada Rabu (20/5/2026) seiring pasar menanti pidato Presiden Prabowo di paripura DPR dan keputusan suku bunga Bank Indonesia.