Efek royalti logam ke pasar saham, timah dan emas paling besar
Rencana kenaikan tarif royalti logam oleh Kementerian ESDM berdampak pada volatilitas pasar saham, terutama emiten timah dan emas, mulai Juni 2026.
Rencana kenaikan tarif royalti logam oleh Kementerian ESDM berdampak pada volatilitas pasar saham, terutama emiten timah dan emas, mulai Juni 2026.
Analis merekomendasikan saham AADI dan LSIP sebagai pilihan defensif di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
IHSG pekan depan diprediksi volatil, dipengaruhi rilis data ekonomi seperti inflasi dan PDB. Sentimen global dan harga minyak juga berperan penting.
IHSG turun ke 7.058,85 di tengah kekhawatiran pasar menanti rapat FOMC terakhir Jerome Powell dan ketidakpastian geopolitik.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, membuka peluang cuan di sektor saham perbankan dan konsumer, meski risiko outflow masih ada.
IHSG menguat 2,35% ke level 7.634 sepanjang pekan 13-17 April 2026, dengan kapitalisasi pasar Bursa melonjak Rp446 triliun menjadi Rp13.635 triliun.
Reksa dana saham dan campuran memimpin penguatan di awal April 2026, didorong rebound IHSG. Pinnacle Dana Prima dan Danapathi Balance Fund catat return tertinggi.
Analis menilai buyback dapat meredam penurunan harga saham dan tingkatkan kepercayaan investor, namun efektivitasnya tergantung likuiditas & fundamental emiten.
IHSG diprediksi terkoreksi, saham BUMI, RAJA, MINA direkomendasikan beli saat lemah. Target harga BUMI Rp266-Rp280, RAJA Rp4.760-Rp5.200.
PT Bukit Asam (PTBA) belum memprioritaskan buyback saham karena kondisi pasar dinamis dan stabilitas saham. Kenaikan harga batu bara mendukung kinerja meski biaya operasional naik.