Indeks Bisnis-27 ditutup melemah, seiring IHSG ambles hari ini (3/6)
Indeks Bisnis-27 melemah 4,33% ke 409,07 pada 3 Juni 2026, seiring IHSG turun 4,11% akibat sentimen negatif global dan domestik.
Indeks Bisnis-27 melemah 4,33% ke 409,07 pada 3 Juni 2026, seiring IHSG turun 4,11% akibat sentimen negatif global dan domestik.
IHSG melemah akibat tiga tekanan: outflow MSCI, outlook negatif Moody’s, dan kebijakan PT DSI.
IHSG sesi I turun 4,95% ke 5.889,49 akibat koreksi saham besar. Investor fokus pada stabilitas rupiah dan kebijakan The Fed.
The Fed menahan suku bunga tinggi, memicu tantangan di pasar saham dan kripto. Inflasi AS naik, mempengaruhi sentimen investor global.
Inflasi AS naik, The Fed diprediksi tahan suku bunga lebih lama, memicu gejolak saham dan kripto. Investor waspada pada data ekonomi dan perubahan likuiditas.
Kebijakan ekspor satu pintu DSI mulai Juni 2026 diharapkan tak jadi risiko kebijakan, meski ada kekhawatiran soal implementasi, efisiensi, dan monopoli.
Kenaikan BI Rate ke 5,25% diprediksi meningkatkan daya tarik investasi di pasar obligasi, memicu capital inflow ke instrumen pendapatan tetap SBN.
IHSG diprediksi volatil semester II/2026 akibat rebalancing FTSE dan MSCI, memicu outflow dana asing. Namun, peluang rebound tetap ada pasca-rebalancing.
IHSG diprediksi menguat terbatas pekan ini dengan volatilitas tinggi. Cermati saham MDKA, ULTJ, dan BTPN untuk potensi rebound teknikal.
ADRO dan MIKA direkomendasikan untuk buyback saham di tengah pasar lesu. ADRO buyback hingga Rp4 triliun, MIKA Rp1 triliun. Keduanya dinilai menarik.