Ini daftar reksa dana paling moncer hingga April 2026 sejalan rebound IHSG

Reksa dana saham dan campuran memimpin penguatan di awal April 2026, didorong rebound IHSG. Pinnacle Dana Prima dan Danapathi Balance Fund catat return tertinggi.

Buyback jadi senjata emiten saat IHSG tertekan, seberapa ampuh?

Analis menilai buyback dapat meredam penurunan harga saham dan tingkatkan kepercayaan investor, namun efektivitasnya tergantung likuiditas & fundamental emiten.

IHSG Jumat (10/4) dibayangi koreksi, saham RAJA hingga BUMI masuk rekomendasi analis

IHSG diprediksi terkoreksi, saham BUMI, RAJA, MINA direkomendasikan beli saat lemah. Target harga BUMI Rp266-Rp280, RAJA Rp4.760-Rp5.200.

Ini alasan Bukit Asam (PTBA) belum prioritaskan aksi buyback saham saat ini

PT Bukit Asam (PTBA) belum memprioritaskan buyback saham karena kondisi pasar dinamis dan stabilitas saham. Kenaikan harga batu bara mendukung kinerja meski biaya operasional naik.

IHSG ditutup melemah, saham BBCA, CUAN, hingga MDKA ambrol

IHSG melemah 0,08% ke 7.091,67 pada 30 Maret 2026, dengan saham BBCA, CUAN, dan MDKA turun. Ketegangan Timur Tengah mempengaruhi pasar.

Konflik Iran kian membara, pasar saham AS Nasdaq hingga Dow Jones merana

Konflik Iran memicu aksi jual di bursa saham AS, dengan S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones melemah akibat lonjakan harga minyak dan volatilitas ekonomi global.

Waspada tekanan jual di pasar saham jelang pemberlakuan free float 15%

Pasar saham berpotensi bergejolak jelang aturan free float 15% oleh OJK, memicu tekanan jual pada emiten dengan likuiditas rendah.

The Fed tahan suku bunga acuan dalam FOMC Maret 2026

The Fed mempertahankan suku bunga acuan 3,5%-3,75% pada Maret 2026, meski ada ketidakpastian ekonomi akibat konflik Timur Tengah dan inflasi tinggi.

Opini: THR besar, bursa menipis: Membaca IHSG menjelang Idul Fitri 1447 H

Menjelang Idul Fitri 1447 H, IHSG berpotensi menghadirkan peluang sektoral, bukan reli menyeluruh. Stimulus konsumsi besar, namun pasar rapuh dan likuiditas menipis. Investor harus selektif dan fokus pada fundamental emiten.

Intip ramalan nasib rights issue kala pasar saham bergejolak

Rights issue tetap prospektif meski pasar saham fluktuatif, menawarkan fleksibilitas pendanaan tanpa menambah utang. Timing dan fundamental kuat penting bagi keberhasilan.