Daftar panjang emiten siapkan buyback saham
Perusahaan terbuka agresif buyback saham untuk stabilkan harga dan tunjukkan kepercayaan diri di tengah pasar bergejolak akibat isu geopolitik dan harga minyak.
Perusahaan terbuka agresif buyback saham untuk stabilkan harga dan tunjukkan kepercayaan diri di tengah pasar bergejolak akibat isu geopolitik dan harga minyak.
Investor Lo Kheng Hong meningkatkan kepemilikan saham DILD menjadi 707 juta lembar per April 2026, karena harga saham yang terdiskon.
OJK mengakui tantangan dalam memenuhi aturan free float 15% untuk mencegah saham gorengan, dengan kebijakan bertahap dan exit policy bagi perusahaan.
Rights issue tetap prospektif meski pasar saham fluktuatif, menawarkan fleksibilitas pendanaan tanpa menambah utang. Timing dan fundamental kuat penting bagi keberhasilan.
IHSG turun 13,95% sejak awal tahun, terburuk di Asia Tenggara. Ini bisa jadi peluang beli saham berfundamental kuat saat valuasi menarik.
Lo Kheng Hong tambah 350.000 saham GJTL Maret 2026, kini pegang 6,03%. GJTL dinilai murah meski penjualan turun, prospek 2026 tetap optimis.
Menjelang musim dividen 2026, rotasi sektoral ke emiten tambang dan perbankan yang rutin membagikan dividen menjadi opsi menarik bagi investor.
Saham BUMN di bawah Danantara menarik untuk investasi jangka panjang karena potensi kenaikan valuasi dan dividen yang optimal.
Pertemuan BEI dan MSCI sinyalkan perbaikan pasar saham Indonesia, menarik minat investor global dengan reformasi struktural dan peningkatan transparansi.
Wall Street menguat dengan S&P 500 cetak rekor berkat saham AI. Saham Nvidia, Microsoft, dan Amazon naik, sementara sektor material memimpin kenaikan.