Sido Muncul (SIDO) bagikan dividen Rp1,1 triliun di tengah upaya ekspansi global
PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) membagikan dividen Rp1,1 triliun di tengah ekspansi global, dengan pertumbuhan ekspor 31% di 2025.
PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) membagikan dividen Rp1,1 triliun di tengah ekspansi global, dengan pertumbuhan ekspor 31% di 2025.
PT Bukit Asam (PTBA) belum memprioritaskan buyback saham karena kondisi pasar dinamis dan stabilitas saham. Kenaikan harga batu bara mendukung kinerja meski biaya operasional naik.
Saham Pop Mart anjlok 22% setelah laporan keuangan 2025 dirilis, mengurangi kekayaan Wang Ning sebesar US$2,7 miliar. Meski penjualan naik 184,7%, pasar khawatir perlambatan ekspansi dan penurunan dividen.
PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) menargetkan peningkatan laba bersih 25%-30% pada 2026 melalui ekspansi bengkel baru di Jawa dan Bali.
PT Timah (TINS) memproyeksikan rasio dividen 2025 antara 30%-40%, dengan keputusan final pada RUPS 2026. Laba bersih turun 33,71% hingga September 2025.
Sejumlah emiten batu bara, meski laba menurun, tetap royal membagikan dividen interim 2025. Emiten seperti AADI, ITMG, BSSR, dan UNTR tetap menebar dividen kepada pemegang saham.
Grup Astra akan membagikan dividen interim pada Oktober 2025. ASII, AALI, dan UNTR telah menetapkan jadwal pembagian dividen mereka masing-masing.
PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) berpotensi membagikan dividen setelah mencetak laba hasil dari restrukturisasi utang. Strategi disiapkan menjaga kinerja positif.
Sepanjang 2025, asing jual bersih BBCA Rp23,3 triliun & BMRI Rp13,2 triliun Namun, potensi inflow asing diprediksi kembali menopang kinerja duo bank jumbo ini.
PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) menargetkan laba naik 10 kali lipat pada 2025, didorong kenaikan harga emas dan volume penjualan.