Pengelola Pizza Hut (PZZA) tebar dividen Rp5 miliar, cek jadwalnya
Emiten pengelola Pizza Hut PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp5 miliar dari laba bersih tahun 2025.
Emiten pengelola Pizza Hut PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp5 miliar dari laba bersih tahun 2025.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) membagikan dividen Rp800 miliar, setara Rp83,99 per saham, dari laba bersih 2025.
Bank Sumut membagikan dividen tunai Rp587 miliar kepada pemegang saham, termasuk Pemprov Sumut yang menerima Rp265,7 miliar. Sebanyak 15% dividen dikembalikan sebagai modal.
Bank Mandiri membagikan dividen tunai Rp44,47 triliun dari laba 2025, setara 79% dari laba bersih.
Bursa Efek Indonesia mengumumkan perubahan Indeks Bisnis-27 berlaku Mei-Oktober 2026, dengan saham baru AKRA, BRMS, ICBP, MBMA, PGAS, TAPG.
PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) membagikan dividen Rp1,1 triliun di tengah ekspansi global, dengan pertumbuhan ekspor 31% di 2025.
PT Bukit Asam (PTBA) belum memprioritaskan buyback saham karena kondisi pasar dinamis dan stabilitas saham. Kenaikan harga batu bara mendukung kinerja meski biaya operasional naik.
Saham Pop Mart anjlok 22% setelah laporan keuangan 2025 dirilis, mengurangi kekayaan Wang Ning sebesar US$2,7 miliar. Meski penjualan naik 184,7%, pasar khawatir perlambatan ekspansi dan penurunan dividen.
PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) menargetkan peningkatan laba bersih 25%-30% pada 2026 melalui ekspansi bengkel baru di Jawa dan Bali.
PT Timah (TINS) memproyeksikan rasio dividen 2025 antara 30%-40%, dengan keputusan final pada RUPS 2026. Laba bersih turun 33,71% hingga September 2025.