
Ifonti.com , JAKARTA – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. (JTPE) menyiapkan mesin pertumbuhan baru melalui pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV) di bidang teknologi RFID. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk menjaga momentum pertumbuhan jangka panjang di tengah tantangan bisnis yang masih membayangi pada awal 2026.
Direktur Utama JTPE Allan Wibisono Oei mengatakan tengah mengakselerasi strategi ekspansi melalui pertumbuhan anorganik. Salah satu langkah penting yang baru direalisasikan adalah pembentukan perusahaan patungan bersama mitra strategis asal Hong Kong.
Melalui JV tersebut, JTPE mendirikan PT Nusatek Global Solutions, yang akan fokus pada pengembangan produk berbasis Radio Frequency Identification (RFID). Teknologi RFID dinilai memiliki prospek yang menjanjikan karena semakin banyak digunakan dalam sistem identifikasi, pelacakan barang, logistik, hingga keamanan produk.
: Jasuindo (JTPE) Siapkan Buyback, Patok Harga Maksimal Rp600
Pembentukan perusahaan patungan ini menjadi bagian dari upaya JTPE memperluas portofolio bisnis ke segmen bernilai tambah tinggi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bisnis percetakan sekuriti konvensional. Perseroan juga meyakini kolaborasi dengan mitra internasional tersebut dapat memperkuat kapabilitas teknologi perusahaan serta membuka peluang pasar baru, seiring meningkatnya kebutuhan solusi identifikasi digital di berbagai sektor industri.
“Melalui langkah strategis tersebut, Perseroan optimistis dapat mempertahankan kinerja untuk tahun buku 2026 serta mencapai pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya dalam pernyataan tertulis yang dikutip, Senin (1/6/2026).
: : Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Bakal Buyback Saham Rp140 Miliar
Allan menyebut kendati mencatatkan awal tahun yang kurang menggembirakan, JTPE tetap optimistis mampu membukukan pertumbuhan sepanjang 2026. Kinerja kuartal I/2026 sempat tertekan akibat pergeseran jadwal pengadaan produk sekuriti ke kuartal II/2026 dan III/2026, serta kenaikan biaya material.
Namun, perseroan melihat peluang perbaikan mulai terbuka pada paruh kedua tahun ini. Tender pemerintah untuk produk-produk sekuriti diperkirakan kembali memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan.
: : Jasuindo (JTPE) Segera Bagi Dividen Final Rp116,48 Miliar
Selain itu, sumber pertumbuhan baru juga diperkirakan datang dari proyek biometrik, bisnis kemasan (packaging), serta pengembangan produk RFID melalui perusahaan patungan yang baru dibentuk.
Menariknya, manajemen menegaskan bahwa pertumbuhan tahun ini lebih banyak ditopang oleh peningkatan volume penjualan dibandingkan kenaikan harga jual rata-rata produk (average selling price/ASP).
Untuk menjaga profitabilitas dan keberlanjutan pertumbuhan, JTPE telah menyiapkan sejumlah strategi utama. Perseroan akan terus melakukan adaptasi bisnis guna memperkuat margin melalui pengembangan produk-produk dengan nilai tambah lebih tinggi.
Selain itu, perusahaan juga melakukan optimalisasi operasional dan peningkatan kapasitas produksi guna mengakomodasi pertumbuhan permintaan. Di sisi lain, strategi pertumbuhan anorganik melalui kolaborasi strategis dan kemitraan bisnis akan terus diperluas.
Bagi Dividen
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar Jumat (29/5/2026), JTPE menyetujui pembagian dividen sebesar Rp210,6 miliar atau setara Rp31 per saham. Nilai tersebut mencerminkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) yang tinggi, yakni mencapai 60% dari laba bersih tahun buku 2025.
Keputusan tersebut didukung oleh kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp351,4 miliar, melonjak 47,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan naik 31,5% secara tahunan menjadi Rp2,8 triliun.
Allan mengatakan pembagian dividen dengan rasio yang tinggi merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.