Saham baru indeks Bisnis-27, laba AKRA, BRMS, ICBP moncer
Bursa Efek Indonesia mengumumkan perubahan Indeks Bisnis-27 berlaku Mei-Oktober 2026, dengan saham baru AKRA, BRMS, ICBP, MBMA, PGAS, TAPG.
Bursa Efek Indonesia mengumumkan perubahan Indeks Bisnis-27 berlaku Mei-Oktober 2026, dengan saham baru AKRA, BRMS, ICBP, MBMA, PGAS, TAPG.
Bursa Efek Indonesia memiliki 631 saham syariah dengan kapitalisasi pasar mencapai 56,8% dari total BEI. Saham syariah didukung sektor tambang dan teknologi.
IHSG turun 2% pada perdagangan intraday 12 Januari 2026 akibat ketegangan AS-Iran, aksi profit taking, dan stagnasi data CPI. Saham energi terkoreksi signifikan.
Pada 2026, BEI menargetkan 50 IPO baru dengan minat investor tinggi. Meski saham IPO 2025 mencatat kenaikan signifikan, seleksi fundamental tetap penting.
Saham DRMA dan AUTO dari Grup Triputra dan Astra menunjukkan kinerja positif pada 2025 meski pasar otomotif lesu. DRMA naik 19,57% dan AUTO 14,78% ytd.
Aninditha Bakrie melepas 1,38 juta saham Ancara Logistics Indonesia ALII senilai Rp138,67 juta untuk alokasi kepada senior management sebagai insentif.
Dengan penerapan porsi saham publik atau free float sebesar 30%, aksi manipulasi harga di pasar saham Tanah Air dinilai menjadi lebih terkendali.
Garuda Indonesia (GIAA) mencatat rugi bersih US$143,7 juta pada semester I/2025, namun sahamnya naik 80% YtD berkat suntikan dana dari Danantara.
Sejumlah saham yang melakukan listing atau pencatatan perdana tahun ini mengalami kinerja bervariasi, hingga melesat ribuan persen.
Saham rokok GGRM, HMSP, ITIC, dan WIIM melanjutkan reli penguatan pada sesi I perdagangan 17/9/2025, didorong sentimen reshuffle Menkeu dan potensi pelonggaran CHT.