BCA (BBCA) realisasikan buyback saham mulai 28 April 2026

BCA (BBCA) mulai buyback saham pada 28 April 2026, sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga dan menunjukkan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis.

Target harga saham BBCA direvisi menjadi Rp10.900, simak proyeksi kinerja 2026

Target harga saham BBCA direvisi menjadi Rp10.900 karena peningkatan biaya ekuitas. Meski ada risiko pasar, prospek pertumbuhan hingga 2026 tetap solid.

Indeks Bisnis-27 ditutup menguat, saham big caps kembali melaju

Indeks Bisnis-27 naik 1,91% ke 497,40, dipimpin saham UNTR dan BBCA. Penguatan didorong meredanya ketegangan geopolitik dan fokus investor pada data ekonomi.

IHSG ditutup turun 0,53% ke 6.989, saham big caps BBCA, BREN cs kompak merah

IHSG turun 0,53% ke 6.989, dipicu sentimen global dan domestik negatif. Saham big caps seperti BBCA dan BREN melemah, sementara AMMN dan TLKM menguat.

IHSG ditutup menguat ke 8.936,75 didorong BBCA hingga AMMN cs

IHSG menguat 0,13% ke 8.936,75 didorong saham BBCA, DSSA, dan AMMN. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen defisit APBN dan peningkatan cadangan devisa.

Musim lesu, saham-saham royal tebar dividen, BBCA, ADRO cs

IDX High Dividend 20 melemah 0,19% di 2025, berbanding terbalik dengan IHSG yang naik 20,59%, efek dari fundamental konstituen yang tidak sesuai ekspektasi

Saat investor asing rajin jual saham BBCA, BMRI cs. pada 2025

Pada 2025, investor asing banyak menjual saham bank besar Indonesia seperti BBCA dan BMRI. Namun, pada 2026, diprediksi aliran dana asing akan kembali ke saham-saham ini karena suku bunga global yang lebih rendah dan prospek ekonomi yang membaik.

Ini Saham yang Diburu Asing Saat IHSG Anjlok, BBCA hingga ANTM Laris Manis

Investor asing memburu saham BBCA, EMAS, ANTM, dan RAJA saat IHSG anjlok 2,57% akibat tensi dagang Ifonti.com buy asing capai Rp3,03 triliun.