Daftar 10 top laggards sepekan, BBCA hingga ISAT tekan IHSG
Saham BBCA hingga ISAT menjadi top laggards, menekan IHSG dengan kontribusi negatif terbesar selama pekan 13-17 April 2026.
Saham BBCA hingga ISAT menjadi top laggards, menekan IHSG dengan kontribusi negatif terbesar selama pekan 13-17 April 2026.
Indeks Bisnis-27 naik 1,91% ke 497,40, dipimpin saham UNTR dan BBCA. Penguatan didorong meredanya ketegangan geopolitik dan fokus investor pada data ekonomi.
IHSG turun 0,53% ke 6.989, dipicu sentimen global dan domestik negatif. Saham big caps seperti BBCA dan BREN melemah, sementara AMMN dan TLKM menguat.
IHSG menguat 0,13% ke 8.936,75 didorong saham BBCA, DSSA, dan AMMN. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen defisit APBN dan peningkatan cadangan devisa.
IDX High Dividend 20 melemah 0,19% di 2025, berbanding terbalik dengan IHSG yang naik 20,59%, efek dari fundamental konstituen yang tidak sesuai ekspektasi
Indeks Bisnis-27 dibuka menguat 0,62% ke 554,96, didorong oleh kenaikan saham ADRO, ADMR, TLKM, dan BBCA.
Pada 2025, investor asing banyak menjual saham bank besar Indonesia seperti BBCA dan BMRI. Namun, pada 2026, diprediksi aliran dana asing akan kembali ke saham-saham ini karena suku bunga global yang lebih rendah dan prospek ekonomi yang membaik.
Investor asing memburu saham BBCA, EMAS, ANTM, dan RAJA saat IHSG anjlok 2,57% akibat tensi dagang Ifonti.com buy asing capai Rp3,03 triliun.
UOB Kay Hian Sekuritas menetapkan delapan saham unggulan untuk September 2025, termasuk BBCA, BBNI, ASSA, ARCI, BRMS, MTEL, HRUM, dan NCKL.
Saham konglomerat seperti DCII, BREN, dan BBCA mendongkrak IHSG naik 4,84% ke 7.898,37 sepekan periode 11 hingga 15 Agustus 2025.