Saham INCO, ASII & BUMI topang kenaikan Indeks Bisnis-27 pagi ini (29/4)

Indeks Bisnis-27 naik 0,53% pada 29 April 2026, didorong saham INCO, ASII, dan BUMI. Kenaikan ini terjadi di tengah sentimen geopolitik dan kebijakan fiskal pemerintah.

Indeks Bisnis-27 menghijau di awal pekan, ditopang saham BRPT, INCO, BUMI

Indeks Bisnis-27 menguat 0,45% di awal pekan, dipimpin saham BRPT, INCO, dan BUMI, di tengah kehati-hatian pasar menjelang pertemuan The Fed.

Indeks Bisnis-27 dibuka menguat, saham DSNG, TLKM, dan PGEO pimpin kenaikan

Indeks Bisnis-27 dibuka menguat 0,18% ke 502,66 pada 20 April 2026, dipimpin saham DSNG, TLKM, dan PGEO. Sentimen positif pasar global mendukung penguatan ini.

Indeks Bisnis-27 ditutup menguat, saham big caps kembali melaju

Indeks Bisnis-27 naik 1,91% ke 497,40, dipimpin saham UNTR dan BBCA. Penguatan didorong meredanya ketegangan geopolitik dan fokus investor pada data ekonomi.

Turun 0,99% dalam seminggu, IHSG pekan depan diproyeksi ke level 6.825–7.445

IHSG diprediksi melemah pekan depan di kisaran 6.825–7.445 akibat ketegangan geopolitik AS-Iran dan lonjakan harga energi yang berlanjut.

IHSG diprediksi rawan koreksi, cermati saham ARCI hingga INET

IHSG diprediksi rawan koreksi meski sebelumnya menguat 1,93%. Saham ARCI, BBYB, DEWA, dan INET direkomendasikan untuk dibeli saat melemah.

AEI nilai Danantara bisa jadi jangkar baru untuk IPO & likuiditas pasar modal

Danantara Indonesia dinilai dapat menjadi katalis besar bagi peningkatan likuiditas dan pendalaman pasar modal melalui sejumlah peran.

September Effect: Modal Asing Hengkang Rp4,18 Triliun dari Pasar Saham

Investor asing Ifonti.com sell Rp4,18 triliun pada 1-4 September 2025, menekan saham big cap dan menambah volatilitas IHSG di tengah September Effect.