Saham ANTM, BRMS, hingga KLBF bawa Indeks Bisnis-27 dibuka melemah
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah ke level 480,86, dipengaruhi oleh penurunan saham ANTM, BRMS, dan KLBF.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah ke level 480,86, dipengaruhi oleh penurunan saham ANTM, BRMS, dan KLBF.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,44% akibat ketegangan AS-Iran. Saham ASII, JPFA, dan MAPI memimpin penurunan, sementara BBRI, TAPG, dan BBCA menguat.
Saham sektor energi dan logam mulia seperti EMAS, MDKA, dan AADI menjadi pendorong utama IHSG di tengah tekanan geopolitik dan arus keluar dana asing.
Indeks Bisnis-27 naik 0,16% ke 469,89 pada 22 April 2026, didorong saham DSNG, MEDC, JPFA. Total transaksi Rp5,524 triliun, volume 3,285 miliar saham.
Indeks Bisnis-27 naik 0,53% pada 29 April 2026, didorong saham INCO, ASII, dan BUMI. Kenaikan ini terjadi di tengah sentimen geopolitik dan kebijakan fiskal pemerintah.
Harga emas dunia fluktuatif akibat geopolitik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga, memicu koreksi saham tambang emas di BEI, namun ANTM dan BRMS tetap menguat.
Indeks Bisnis-27 turun 1,53% ke level 474,33 pada penutupan perdagangan 7 April 2026. Meski begitu, saham BRPT, MAPI, dan MEDC terpantau mampu menguat.
IHSG ditutup melemah 0,94% ke level 7.097,6 pada 27 Maret 2026, dipengaruhi oleh aksi profit taking dan ketidakpastian geopolitik antara AS dan Iran.
IHSG dibuka menguat 1,49% ke 7.446,55 pada 10/3/2026, saham PTRO, ANTM, dan TINS naik signifikan. Sentimen positif dari Wall Street mendukung penguatan.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,62% ke 516,19, namun saham MEDC, INDF, dan INCO tetap menguat. Investor mencermati dinamika geopolitik dan data ekonomi.