IHSG ditutup naik 0,39% ke 7.307, ditopang penguatan saham BREN, DSSA & TPIA
IHSG ditutup naik 0,39% ke 7.307,59 didorong oleh penguatan saham big caps seperti BREN, DSSA, dan TPIA.
IHSG ditutup naik 0,39% ke 7.307,59 didorong oleh penguatan saham big caps seperti BREN, DSSA, dan TPIA.
IHSG turun 0,84% ke 7.218,42 akibat koreksi saham AMMN, UNVR, dan BREN. Meski demikian, optimisme pasar global meningkat setelah meredanya ketegangan AS-Iran.
Implementasi B50 di Indonesia diproyeksikan meningkatkan permintaan CPO domestik, mengurangi ekspor, dan menjaga harga tinggi, menguntungkan emiten sawit seperti AALI dan TAPG.
PT Bukit Asam (PTBA) belum memprioritaskan buyback saham karena kondisi pasar dinamis dan stabilitas saham. Kenaikan harga batu bara mendukung kinerja meski biaya operasional naik.
IHSG berpotensi koreksi akibat konflik AS-Iran. Rekomendasi saham: MEDC, UNTR, GOTO. Harga minyak naik, bursa Asia bervariasi.
Rencana Bank Indonesia menghentikan operasi moneter selama Lebaran berisiko memicu gejolak rupiah saat pasar buka kembali. Risiko utama berasal dari pasar global.
IHSG diprediksi reli setelah Mahkamah Agung AS anulir tarif Trump, memberi sentimen positif jangka pendek dan panjang. Investor disarankan cermati sektor potensial.
Bank Indonesia mengungkapkan investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi rupiah. BI terus menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar.
Harga buyback emas Antam mencapai rekor tertinggi 10 kali di Januari 2026, naik Rp80.000 ke Rp2.715.000, dipengaruhi harga emas global dan ekonomi AS.
Konflik Trump dan The Fed memicu sentimen “Sell America”, menekan dolar dan aset AS. Ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran atas independensi kebijakan moneter.