BI ungkap 3 jalur transmisi dampak perang Timur Tengah ke ekonomi RI
Bank Indonesia (BI) mengidentifikasi tiga jalur transmisi dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi Indonesia: finansial, harga komoditas, dan perdagangan.
Bank Indonesia (BI) mengidentifikasi tiga jalur transmisi dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi Indonesia: finansial, harga komoditas, dan perdagangan.
Dialog AS-Iran buntu, harga minyak global naik di atas US$100/barel, memicu kenaikan saham migas RI seperti MEDC dan ENRG. Konflik ini bisa mempengaruhi IHSG.
IHSG naik 4,42% didorong pengumuman FTSE dan gencatan senjata AS-Iran, meski ketidakpastian global masih membayangi. Reformasi pasar modal Indonesia terus berjalan.
Konflik Iran memicu aksi jual di bursa saham AS, dengan S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones melemah akibat lonjakan harga minyak dan volatilitas ekonomi global.
Perang Iran vs AS-Israel memicu lonjakan harga minyak di atas $100/barel dan pasar saham global anjlok. Konflik ini dapat mengganggu pasokan minyak.
Konflik AS-Iran memicu lonjakan harga minyak, mendorong saham migas seperti MEDC, ENRG, dan ELSA naik. Investor disarankan fokus pada strategi trading momentum.
Eskalasi geopolitik di Selat Hormuz memicu pelarian modal ke aset aman seiring proyeksi lonjakan harga emas sebagai instrumen lindung nilai utama.