Saham konglomerat rontok bebani IHSG, ada risiko trading halt?
Sejumlah saham konglomerat mengalami penurunan signifikan seiring kejatuhan IHSG. Meski begitu analis menilai belum ada risiko trading halt yang terdeteksi.
Sejumlah saham konglomerat mengalami penurunan signifikan seiring kejatuhan IHSG. Meski begitu analis menilai belum ada risiko trading halt yang terdeteksi.
Dialog AS-Iran buntu, harga minyak global naik di atas US$100/barel, memicu kenaikan saham migas RI seperti MEDC dan ENRG. Konflik ini bisa mempengaruhi IHSG.
Pemerintah diimbau tidak bergantung pada Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp420 triliun untuk menutup defisit APBN akibat kenaikan harga minyak. Penggunaan SAL harus transparan dan didiskusikan dengan DPR.
Konflik Iran memicu aksi jual di bursa saham AS, dengan S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones melemah akibat lonjakan harga minyak dan volatilitas ekonomi global.
MEDC mendapat rekomendasi beli dari 20 sekuritas dengan target harga Rp2.095.
IHSG sesi I melemah tipis 0,002% ke 8.649. Lesunya harga komoditas dan pelemahan pasar global menghambat laju indeks menuju rekor ATH baru.
Harga minyak global naik akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga AS dan ketegangan geopolitik di Venezuela dan Ukraina, memicu kekhawatiran gangguan pasokan.