IHSG uji resistance 7.300-7.350, cermati saham BBNI hingga ASII
IHSG diprediksi uji resistance 7.300-7.350 didorong koreksi harga minyak. Perhatikan saham BBNI, BBCA, UNVR, ISAT, ASII. Cadangan devisa RI turun.
IHSG diprediksi uji resistance 7.300-7.350 didorong koreksi harga minyak. Perhatikan saham BBNI, BBCA, UNVR, ISAT, ASII. Cadangan devisa RI turun.
IHSG naik 3,39% didorong pengumuman FTSE, mayoritas saham big caps menguat, termasuk BBCA dan BBRI. Indonesia tetap di kelas secondary emerging market.
Indeks Bisnis-27 turun 1,53% ke level 474,33 pada penutupan perdagangan 7 April 2026. Meski begitu, saham BRPT, MAPI, dan MEDC terpantau mampu menguat.
IHSG diproyeksikan melanjutkan tren penguatan dengan menguji level resistance 7.400 pada perdagangan hari ini, Kamis (26/3/2026).
IHSG turun 1,61% ke 7.022,28 pada 16 Maret 2026, dipicu penurunan saham big caps seperti AMMN, DSSA, dan BREN. Market cap mencapai Rp12.439 triliun.
IHSG diprediksi bergerak sideways di kisaran 7.400-7.550. Saham pilihan: INKP, ASII, INDY. Data ritel tumbuh, inflasi AS stabil.
Investor asing Ifonti.com buy Rp2,22 triliun meski IHSG turun 7,89%. Saham PTBA, ITMG, dan ASII jadi pilihan, namun strategi investasi harus tetap hati-hati.
IHSG turun 7,89% sepekan, namun investor asing tetap Ifonti.com buy Rp2,22 triliun, terutama pada saham komoditas seperti PTBA dan ITMG.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,62% ke 516,19, namun saham MEDC, INDF, dan INCO tetap menguat. Investor mencermati dinamika geopolitik dan data ekonomi.
Sejumlah saham royal dividen dinilai masih menarik diakumulasi saat ini di tengah indeks high dividend 20 yang memiliki kinerja positif.