IHSG ditutup turun ke 6.858, saham BREN, BYAN dan ASII di zona merah
IHSG turun 0,87% ke 6.858,89 pada 12 Mei 2026, dipicu koreksi saham BREN, BYAN, dan ASII. Kapitalisasi pasar mencapai Rp12.171 triliun.
IHSG turun 0,87% ke 6.858,89 pada 12 Mei 2026, dipicu koreksi saham BREN, BYAN, dan ASII. Kapitalisasi pasar mencapai Rp12.171 triliun.
IHSG menguat ke 6.971,11 jelang review MSCI, didorong saham DSSA, TLKM, dan TPIA. Meski rebound, investor disarankan waspada koreksi.
IHSG mengalami kenaikan 0,18% sepanjang pekan ini, dengan rata-rata nilai transaksi harian Bursa meningkat menjadi Rp23,06 triliun.
IHSG turun 2,86% ke 6.969 akibat risiko geopolitik AS-Iran dan pelemahan rupiah. Saham big caps seperti DSSA dan BREN alami koreksi tajam.
IHSG turun 2,42% ke level 6.956,80 dan kapitalisasi pasar bursa berkurang Rp354 triliun menjadi Rp12.382 triliun dalam sepekan.
IHSG ditutup melemah 2,03% ke 6.956,80 pada 30 April 2026, dipengaruhi penurunan saham DSSA dan BREN. Hanya 133 saham menguat, 576 turun.
Bursa Efek Indonesia akan buka kembali Senin (4/5/2026) setelah libur Hari Buruh. IHSG melemah sebelum libur, dipengaruhi oleh koreksi saham big caps.
IHSG dibuka turun 0,87% ke 7.039,67 pada 30 April 2026, dipengaruhi oleh penurunan saham big caps seperti DSSA, BYAN, dan BBCA. Investor menanti hasil pertemuan The Fed.
Saham DEFI, WBSA, dan MDIA memimpin top gainers dengan kenaikan signifikan selama 13-17 April 2026, mendorong IHSG naik 2,35% ke level 7.634.
IHSG naik 2,07% ke 7.458, dipimpin saham CITY, WBSA, dan DIVA. Penguatan didorong koreksi harga minyak dan teknikal positif. Cadangan devisa RI turun, namun masih aman.