IHSG hari ini (28/2) terdorong saham AMMN, PANI, hingga BMRI ke zona hijau, dibuka naik jadi 8.322
IHSG naik tipis ke 8.322,91 didorong saham AMMN, PANI, BMRI. Saham big caps menguat, sementara TLKM dan DSSA melemah. Proyeksi IHSG konsolidasi.
IHSG naik tipis ke 8.322,91 didorong saham AMMN, PANI, BMRI. Saham big caps menguat, sementara TLKM dan DSSA melemah. Proyeksi IHSG konsolidasi.
IHSG naik 0,72% sepekan, dipimpin saham SKBM naik 52,68%, AGII 44,44%, dan RMKO 36,15%. Kapitalisasi pasar BEI naik 0,35% ke Rp14.941 triliun.
IHSG menguat ke 8.337,60 didukung saham BYAN, UNVR, dan BREN, jelang RDG BI yang diprediksi tahan suku bunga di 4,75%. Investor fokus pada stabilitas ekonomi.
Sejumlah saham seperti NZIA, SOHO, dan FITT mencatatkan lonjakan harga hingga di atas 60% dan masuk jajaran top gainers sepanjang 2–6 Februari 2026.
IHSG turun 2,08% ke 7.935 akibat revisi outlook Moody’s. Saham big caps seperti UNVR dan TLKM naik, sementara ASII dan DSSA melemah. Pasar diprediksi volatil.
Sepuluh saham, termasuk RMKO dan LPCK, melonjak lebih dari 40% meski IHSG melemah 1,37% pada 19-23 Januari 2026. Volume transaksi harian naik 9,32%.
IHSG cetak rekor baru di 8.859 pada 5 Januari 2026, didorong saham BYAN, TLKM, dan DCII. Kapitalisasi pasar mencapai Rp16.194 triliun.
Sepanjang 22-24 Desember 2025, saham ATAP naik 94,61%, memimpin top gainers meski IHSG melemah 0,83%. Saham lain seperti MGNA dan INCO juga naik signifikan.
CBRE memimpin daftar saham top gainers 2025 dengan kenaikan 5.136,84%, diikuti COIN dan BUVA. Kenaikan ini didorong oleh investasi dan strategi bisnis.
Saham RLCO melonjak 141,82% dalam sepekan, memimpin top gainers di BEI pada 15-19 Desember 2025.