IHSG dibuka naik ke 7,023, saham TPIA, BREN hingga AMMN kompak melaju
IHSG dibuka naik 0,97% ke 7.023,96, didorong saham TPIA, BREN, dan AMMN. Sebanyak 360 saham menguat, kapitalisasi pasar Rp12.561,88 triliun.
IHSG dibuka naik 0,97% ke 7.023,96, didorong saham TPIA, BREN, dan AMMN. Sebanyak 360 saham menguat, kapitalisasi pasar Rp12.561,88 triliun.
IHSG turun 19,55% pada 2026, saham DSSA, BBCA, dan BREN jadi top laggards. Sentimen global dan domestik Ifonti.com sell asing Rp49,87 triliun.
IHSG turun 2,42% ke level 6.956,80 dan kapitalisasi pasar bursa berkurang Rp354 triliun menjadi Rp12.382 triliun dalam sepekan.
IHSG ditutup melemah 2,03% ke 6.956,80 pada 30 April 2026, dipengaruhi penurunan saham DSSA dan BREN. Hanya 133 saham menguat, 576 turun.
IHSG dibuka naik 0,58% ke 7.147, saham BBCA, BREN, TPIA menguat. Namun, IHSG berisiko terkoreksi karena aksi jual asing dan ketidakpastian geopolitik.
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) naik meski dikeluarkan dari indeks LQ45 dan IDX80.
IHSG melemah 6,61% pekan ini, dengan DSSA dan BREN masuk daftar top losers. Investor asing jual bersih Rp42,809 triliun.
BEI mengumumkan perubahan saham di indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 mulai Mei 2026. Saham CUAN masuk LQ45, sementara BREN, DSSA, dan NCKL keluar.
IHSG turun 3,38% ke 7.129, dipicu pelemahan rupiah dan saham big caps seperti BBCA dan BREN. Konflik geopolitik dan harga minyak tinggi menambah tekanan.
Saham Barito Renewables Energy (BREN) dipengaruhi sentimen FTSE dan MSCI. Meski ada spekulasi, BREN fokus pada target kapasitas 1 GW pada 2026.