IHSG terkoreksi 0,35%, saham BMRI dan BBRI cs menguat di tengah ekspektasi suku bunga
IHSG turun 0,35% ke 6.576,07, namun saham BMRI dan BBRI menguat di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga BI akibat tekanan rupiah.
IHSG turun 0,35% ke 6.576,07, namun saham BMRI dan BBRI menguat di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga BI akibat tekanan rupiah.
IHSG berpotensi sentuh 7.300 jangka menengah usai MSCI, meski ada tekanan jual dari saham tertentu. Kiwoom rekomendasikan strategi wait and see.
Saham grup Prajogo Pangestu anjlok akibat rebalancing MSCI, mempengaruhi IHSG yang turun 3,53% pada 11-13 Mei 2026.
Sejumlah saham seperti SHIP, BREN, dan TPIA mengalami penurunan tajam selama periode 11-13 Mei 2026, dengan SHIP memimpin pelemahan sebesar 37,54%.
MSCI mengumumkan penghapusan enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, yaitu AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT.
IHSG turun 0,87% ke 6.858,89 pada 12 Mei 2026, dipicu koreksi saham BREN, BYAN, dan ASII. Kapitalisasi pasar mencapai Rp12.171 triliun.
IHSG dibuka naik 0,97% ke 7.023,96, didorong saham TPIA, BREN, dan AMMN. Sebanyak 360 saham menguat, kapitalisasi pasar Rp12.561,88 triliun.
IHSG turun 19,55% pada 2026, saham DSSA, BBCA, dan BREN jadi top laggards. Sentimen global dan domestik Ifonti.com sell asing Rp49,87 triliun.
IHSG turun 2,42% ke level 6.956,80 dan kapitalisasi pasar bursa berkurang Rp354 triliun menjadi Rp12.382 triliun dalam sepekan.
IHSG ditutup melemah 2,03% ke 6.956,80 pada 30 April 2026, dipengaruhi penurunan saham DSSA dan BREN. Hanya 133 saham menguat, 576 turun.