IHSG dibuka menguat 0,58% ke 7.147, saham BBCA, BREN hingga TPIA rebound
IHSG dibuka naik 0,58% ke 7.147, saham BBCA, BREN, TPIA menguat. Namun, IHSG berisiko terkoreksi karena aksi jual asing dan ketidakpastian geopolitik.
IHSG dibuka naik 0,58% ke 7.147, saham BBCA, BREN, TPIA menguat. Namun, IHSG berisiko terkoreksi karena aksi jual asing dan ketidakpastian geopolitik.
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) naik meski dikeluarkan dari indeks LQ45 dan IDX80.
IHSG melemah 6,61% pekan ini, dengan DSSA dan BREN masuk daftar top losers. Investor asing jual bersih Rp42,809 triliun.
BEI mengumumkan perubahan saham di indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 mulai Mei 2026. Saham CUAN masuk LQ45, sementara BREN, DSSA, dan NCKL keluar.
IHSG turun 3,38% ke 7.129, dipicu pelemahan rupiah dan saham big caps seperti BBCA dan BREN. Konflik geopolitik dan harga minyak tinggi menambah tekanan.
Saham Barito Renewables Energy (BREN) dipengaruhi sentimen FTSE dan MSCI. Meski ada spekulasi, BREN fokus pada target kapasitas 1 GW pada 2026.
IHSG ditutup naik 0,39% ke 7.307,59 didorong oleh penguatan saham big caps seperti BREN, DSSA, dan TPIA.
IHSG turun 0,84% ke 7.218,42 akibat koreksi saham AMMN, UNVR, dan BREN. Meski demikian, optimisme pasar global meningkat setelah meredanya ketegangan AS-Iran.
IHSG diprediksi rawan koreksi pada 9 April 2026. Saham BRMS, BIPI, MBMA, dan PANI direkomendasikan untuk dibeli saat melemah. Sentimen positif meredanya perang AS-Iran.
IHSG melonjak 4,42% ke 7.279,21 usai meredanya konflik AS-Iran, saham BREN hingga AMMN kompak hijau, didorong sentimen positif gencatan senjata.