Saham WBSA masuk daftar HSC BEI, kepemilikan terkonsentrasi 95,82%
Saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) dengan kepemilikan terkonsentrasi 95,82%.
Saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) dengan kepemilikan terkonsentrasi 95,82%.
IHSG tertekan akibat kebijakan MSCI yang menahan dana asing, memicu outflow hingga Rp15 triliun. Investor domestik berperan penting menyerap tekanan jual.
MSCI memperpanjang pembekuan saham Indonesia hingga Mei 2026, menahan kenaikan bobot indeks. Namun, peluang investasi tetap ada di sektor energi, telekomunikasi, dan perbankan.
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) naik meski dikeluarkan dari indeks LQ45 dan IDX80.
BEI akan memperketat kriteria saham IDX80 mulai Mei 2026 untuk mencerminkan dinamika pasar. Perubahan meliputi likuiditas, free float, dan konsentrasi kepemilikan.
Saham Barito Renewables Energy (BREN) dipengaruhi sentimen FTSE dan MSCI. Meski ada spekulasi, BREN fokus pada target kapasitas 1 GW pada 2026.
PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) melakukan stock split 1:25, menurunkan harga saham menjadi Rp3.150 untuk meningkatkan likuiditas dan menarik investor ritel.
OJK ungkap dampak jangka pendek HSC: tekanan jual dan risiko outflow asing, namun ini transisional menuju pasar modal lebih sehat dan transparan.
BEI merilis daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) untuk meningkatkan transparansi, yang membantu investor memahami risiko.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menampilkan data kepemilikan saham dengan konsentrasi tinggi, dengan saham BREN, DSSA hingga LUCY termasuk dalam kategori ini.