IHSG dibuka koreksi 0,87% menjadi 7.039, saham DSSA, BYAN hingga BBCA membebani
IHSG dibuka turun 0,87% ke 7.039,67 pada 30 April 2026, dipengaruhi oleh penurunan saham big caps seperti DSSA, BYAN, dan BBCA. Investor menanti hasil pertemuan The Fed.
IHSG dibuka turun 0,87% ke 7.039,67 pada 30 April 2026, dipengaruhi oleh penurunan saham big caps seperti DSSA, BYAN, dan BBCA. Investor menanti hasil pertemuan The Fed.
IHSG diprediksi uji level 7.000 pekan depan, dipengaruhi ketidakpastian geopolitik dan hasil pertemuan FOMC. Saham ADMR, ADRO, SRTG perlu dicermati.
IHSG diprediksi bergerak terbatas, saham TAPG, PSKT, dan ESSA direkomendasikan BRI Danareksa. Investor cermati data ekonomi dan geopolitik Iran.
Wall Street menguat dengan S&P 500 cetak rekor berkat saham AI. Saham Nvidia, Microsoft, dan Amazon naik, sementara sektor material memimpin kenaikan.
Wall Street menguat, Dow Jones cetak rekor tertinggi didorong saham keuangan. Sentimen positif dari kebijakan AS terhadap Venezuela dan sektor energi.
IHSG diprediksi melemah akibat ketegangan AS-Venezuela. Investor disarankan memantau saham PYFA, ASSA, HMSP, PNBN, DATA, dan SCMA.
Wall Street menguat didorong reli saham teknologi, dengan S&P 500 naik 0,60% dan Nasdaq 0,55%.
Wall Street menguat didorong harapan kebijakan dovish The Fed. Dow Jones naik 0,96%, S&P 500 naik 0,40%, Nasdaq naik 0,25%. Data ekonomi mendukung ekspektasi pemangkasan suku bunga.
Harga emas naik 0,2% di tengah ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed. Pelaku pasar menanti data ekonomi AS untuk petunjuk lebih lanjut.
Investor Wall Street bersiap hadapi laporan keuangan pekan ini. Fokus pada kebijakan The Fed, valuasi saham, dan dampak AI. Penutupan pemerintah AS menambah ketidakpastian.