BCA (BBCA) realisasikan buyback saham mulai 28 April 2026
BCA (BBCA) mulai buyback saham pada 28 April 2026, sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga dan menunjukkan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis.
BCA (BBCA) mulai buyback saham pada 28 April 2026, sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga dan menunjukkan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis.
IHSG sesi I turun 3,49% pada 9 Maret 2026, dipicu sentimen negatif global dan domestik, menyebabkan saham konglomerat Indonesia melemah. Fitch Ratings revisi outlook utang Indonesia jadi negatif.
IHSG sesi I terkoreksi 0,16% ke 8.261,15, saham konglomerat melemah. Bank Indonesia tahan suku bunga, RI-AS teken kesepakatan US$38,4 miliar.
BCA berencana buyback saham hingga Rp5 triliun setelah saham turun 6%. Rencana ini akan dibahas dalam RUPST pada 12 Maret 2026 dan berlangsung 12 bulan.
BCA akan membagikan dividen interim Rp55 per saham pada 2025 dengan cum dividen di pasar reguler pada 2 Desember dan pembayaran pada 22 Desember 2025.
Indeks Bisnis-27 naik 0,50% pada pembukaan Senin, 17/11/2025, dengan saham bank jumbo dan PGEO memimpin penguatan. 16 saham naik, 8 turun, 3 stagnan.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,61% ke 551,46 pada 5/11/2025, dipimpin saham BBCA, KLBF, dan MAPI. IHSG naik 0,93% ke 8.318,53 dengan transaksi Rp18,48 triliun.
Indeks Bisnis-27 turun 0,27% pada 9/9/2025, saham bank besar seperti BCA dan Mandiri melemah akibat aksi jual.
IHSG anjlok 3,31% pada 1 September 2025, namun Menko Airlangga menegaskan ekonomi RI tetap solid dengan pertumbuhan 5,12% dan PMI di atas 50.
IHSG turun 0,27% ke 7.905,76 akibat rencana Patriot Bond 2% oleh SWF Indonesia. Saham BBCA, AMMN, dan PANI melemah, menekan indeks.