Kode keras saham BBCA

Emiten perbankan raksasa milik Grup Djarum PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengirim sinyal optimistis kepada para pelaku pasar di tengah tren koreksi sahamnya.

Laba tumbuh 3,83% yoy per kuartal I/2026, kinerja dan saham BBCA diramal tetap prospektif?

BBCA mencatat laba bersih tumbuh 3,83% YoY di Q1/2026 menjadi Rp14,68 triliun. Kinerja diprediksi tetap positif meski saham tertekan oleh sentimen eksternal.

Para petinggi BCA (BBCA) kompak tambah kepemilikan saham, ini tujuannya

Petinggi BCA menambah kepemilikan saham untuk investasi jangka panjang, meningkatkan persentase kepemilikan mereka di perusahaan.

IHSG merosot, saham bank kompak merah di sesi I

IHSG turun ke 7.318, saham bank besar seperti BBCA, BMRI, BBNI, dan BBRI melemah akibat sentimen global dan pelemahan rupiah pada sesi I perdagangan.

Saham ambles, BCA (BBCA) bakal buyback saham maksimal Rp5 triliun

BCA berencana buyback saham hingga Rp5 triliun setelah saham turun 6%. Rencana ini akan dibahas dalam RUPST pada 12 Maret 2026 dan berlangsung 12 bulan.

Menilik potensi saham BBCA jelang rilis laporan keuangan 2025

Saham BBCA berpotensi rebound jelang rilis laporan keuangan 2025. Analis optimis karena valuasi diskon dan fundamental solid, dengan target harga Rp10.800.

Proyeksi Arah Saham BBCA Usai Sentuh Level Terendah 3 Tahun

Saham BBCA turun ke level terendah 3 tahun, namun analis tetap merekomendasikan beli dengan target harga hingga Rp12.000 karena prospek positif sektor perbankan.