BI genjot kredit lewat Pinisi, Superbank (SUPA) soroti permintaan yang masih lesu
Superbank soroti lesunya permintaan kredit meski BI genjot intermediasi lewat Pinisi. Ketidakpastian global buat pelaku usaha berhati-hati.
Superbank soroti lesunya permintaan kredit meski BI genjot intermediasi lewat Pinisi. Ketidakpastian global buat pelaku usaha berhati-hati.
Bank Indonesia menyatakan likuiditas perbankan melimpah, namun pertumbuhan kredit belum optimal karena lemahnya permintaan dan tingginya suku bunga.
Bank Indonesia (BI) terus memberikan insentif likuiditas untuk mendorong pertumbuhan kredit pada 2026.
Menteri Keuangan Purbaya menyalahkan ketidaksinkronan kebijakan antara BI dan perbankan atas stagnasi pertumbuhan kredit di 7%. Meski dana Rp200 triliun ditempatkan, penyaluran kredit tetap lambat.
Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia stagnan di 7% meski ada dana pemerintah di BI. Purbaya menyalahkan bank yang cari aman, bukan lemahnya permintaan.
Transmisi pelonggaran BI ke kredit tertahan karena lemahnya permintaan dan risiko tinggi. Bank tetap hati-hati, meski BI sudah menurunkan suku bunga.
BTN berencana menyurati BI untuk meminta relaksasi terkait penurunan suku bunga kredit yang lambat, meski telah menjalankan program pemerintah dengan bunga rendah.
Bank Indonesia menargetkan pertumbuhan kredit 8%-12% pada 2026, bagaimana dengan para bankir?
BI mempertahankan suku bunga 4,75% untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Apindo pun memberikan tanggapan.
Perbanas menyebutkan alasan mengapa pertumbuhan kredit belum optimal meski BI Rate telah dipangkas hingga ke level 5%.