Rupiah dinilai undervalue, BI habis-habisan intervensi hingga kerek yield SRBI
Bank Indonesia intervensi pasar dan naikkan yield SRBI untuk stabilkan rupiah yang undervalued, menarik modal asing, dan menjaga stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia intervensi pasar dan naikkan yield SRBI untuk stabilkan rupiah yang undervalued, menarik modal asing, dan menjaga stabilitas ekonomi.
DPR menilai kebijakan BI dalam menangani rupiah terlalu konvensional dan hati-hati. BI diminta memperbarui strategi untuk menghadapi tekanan nilai tukar.
Bank Indonesia akan intervensi rupiah di pasar offshore selama libur Lebaran 2026 untuk mengantisipasi gejolak Timur Tengah dan menjaga stabilitas ekonomi.
IHSG berpotensi menguat ke 8.360 jelang RDG BI, cermati saham INDY, ADMR, dan PGAS. Sentimen positif global dan domestik mendukung pergerakan ini.
Bank Indonesia (BI) terus memberikan insentif likuiditas untuk mendorong pertumbuhan kredit pada 2026.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Ruang fiskal Indonesia menyempit akibat defisit APBN 2025, mendorong peran Bank Indonesia dalam menstimulasi ekonomi melalui kebijakan moneter yang lebih longgar.
HSBC memprediksi Bank Indonesia akan memangkas suku bunga tiga kali pada 2026 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan total penurunan 75 bps.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% pada November 2025 untuk mengantisipasi ketidakpastian global, meski ruang pelonggaran tetap terbuka.
IHSG diproyeksikan naik didorong kebijakan fiskal pro-pertumbuhan. Saham TLKM, TOWR, dan BRPT direkomendasikan untuk strategi buy on weakness.