BI rilis kredit bank tumbuh 9,4% YoY per April 2026, ini faktor pendorongnya
Pada April 2026, kredit perbankan tumbuh 9,4% YoY, didorong oleh kredit korporasi dan investasi, meski kredit UMKM masih lemah dengan pertumbuhan hanya 0,2% YoY.
Pada April 2026, kredit perbankan tumbuh 9,4% YoY, didorong oleh kredit korporasi dan investasi, meski kredit UMKM masih lemah dengan pertumbuhan hanya 0,2% YoY.
Bank Indonesia melihat peluang pertumbuhan kredit di sektor pertanian, jasa, konstruksi, dan transportasi untuk mendorong ekonomi tanpa memicu inflasi.
Bank Indonesia (BI) terus memberikan insentif likuiditas untuk mendorong pertumbuhan kredit pada 2026.
OJK dan BI menyampaikan perkiraan pertumbuhan kredit perbankan hingga akhir 2025.
Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia stagnan di 7% meski ada dana pemerintah di BI. Purbaya menyalahkan bank yang cari aman, bukan lemahnya permintaan.
Transmisi pelonggaran BI ke kredit tertahan karena lemahnya permintaan dan risiko tinggi. Bank tetap hati-hati, meski BI sudah menurunkan suku bunga.
Bank Indonesia optimistis pertumbuhan kredit 2025 dapat mencapai target minimal 8%, didukung kinerja kredit investasi dan koordinasi kebijakan
Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia masih di bawah target BI 8%-11% meski ada pelonggaran kebijakan.
Bank Indonesia akan melonggarkan kebijakan likuiditas makroprudensial pada 2026 untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan, dengan dukungan fiskal dari Menkeu Purbaya.
Bank Indonesia mengungkapkan kredit industri padat karya masih rendah, meski likuiditas perbankan berlebih. BI dan pemerintah berupaya mendorong penyaluran kredit ke sektor riil dengan insentif dan program ekonomi.