Purbaya optimistis IHSG kembali ke 8.000: pekan depan sudah lari kencang
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG dapat kembali menguat hingga level 8.000 berkat membaiknya fundamental ekonomi dan kinerja perusahaan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG dapat kembali menguat hingga level 8.000 berkat membaiknya fundamental ekonomi dan kinerja perusahaan.
Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pelemahan rupiah dan IHSG bukan disebabkan oleh pembentukan badan ekspor atau defisit neraca perdagangan.
IHSG dibuka melemah 1,21% ke 6.020 pada 22 Mei 2026, dipicu minimnya katalis positif dan sentimen negatif eksternal, serta koreksi saham big caps seperti BBCA dan TPIA.
IHSG naik 0,55% ke 6.353 dengan saham big caps seperti BBCA dan MORA menguat. Pidato Prabowo dan kenaikan BI Rate menjadi sentimen pasar utama.
Mirae Asset memprediksi BI akan mempertahankan suku bunga 4,75% meski rupiah melemah ke Rp17.700 akibat ketidakpastian global dan lonjakan harga minyak.
IHSG diperkirakan masih volatil pada Rabu (20/5/2026) seiring pasar menanti pidato Presiden Prabowo di paripura DPR dan keputusan suku bunga Bank Indonesia.
Investor disarankan fokus pada saham fundamental kuat seperti BBRI, BMRI, TLKM, dan ADRO untuk Ifonti.com sell asing yang menekan rupiah dan IHSG.
Rencana kenaikan tarif royalti logam oleh Kementerian ESDM berdampak pada volatilitas pasar saham, terutama emiten timah dan emas, mulai Juni 2026.
Analis merekomendasikan saham AADI dan LSIP sebagai pilihan defensif di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
IHSG pekan depan diprediksi volatil, dipengaruhi rilis data ekonomi seperti inflasi dan PDB. Sentimen global dan harga minyak juga berperan penting.