IHSG ditutup melemah hari ini (31/3), saham MEDC, BUMI, EMTK berguguran
IHSG melemah 0,61% ke 7.048,22 pada 31 Maret 2026, dengan saham MEDC, BUMI, dan EMTK turun signifikan. Sektor energi menguat, sementara keuangan melemah.
IHSG melemah 0,61% ke 7.048,22 pada 31 Maret 2026, dengan saham MEDC, BUMI, dan EMTK turun signifikan. Sektor energi menguat, sementara keuangan melemah.
IHSG melemah 0,08% ke 7.091,67 pada 30 Maret 2026, dengan saham BBCA, CUAN, dan MDKA turun. Ketegangan Timur Tengah mempengaruhi pasar.
IHSG melemah 0,14% pekan ini, tetapi saham SOTS, BELL, dan NETV masuk 10 top gainers dengan kenaikan hingga 58,57%.
IHSG rebound 2,03% ke 7.730,54, saham CUAN, BUMI, BIPI menguat. Konflik Timur Tengah dan penurunan outlook Indonesia jadi sentimen negatif.
IHSG naik tipis ke 8.322,91 didorong saham AMMN, PANI, BMRI. Saham big caps menguat, sementara TLKM dan DSSA melemah. Proyeksi IHSG konsolidasi.
IHSG diproyeksi koreksi lanjut, cermati saham RAJA dan RATU. IHSG melemah 1,37% ke 8.280. MNC Sekuritas rekomendasikan buy on weakness untuk RAJA dan RATU.
IHSG naik 1,5% ke 8.396, saham BUMI, BBCA, BIPI menguat. Pasar Asia positif pasca keputusan MA AS batalkan tarif Trump.
IHSG naik 0,72% pekan ini, namun saham HILL, SGRO, dan LINK masuk daftar top losers dengan penurunan signifikan.
Pasar modal Indonesia menghadapi tantangan transparansi dan rawan pencucian uang. BEI dan OJK didesak berbenah untuk mengembalikan kepercayaan investor.
Menteri Keuangan Purbaya yakin tekanan IHSG akibat MSCI hanya sementara karena fondasi ekonomi Indonesia kuat. OJK akan menindaklanjuti isu pasar saham.