Saham batu bara tertekan pengumuman ekspor satu pintu lewat DSI
Kebijakan ekspor satu pintu batu bara lewat DSI menekan saham emiten, memicu ketidakpastian bisnis dan potensi penurunan margin jangka pendek.
Kebijakan ekspor satu pintu batu bara lewat DSI menekan saham emiten, memicu ketidakpastian bisnis dan potensi penurunan margin jangka pendek.
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) membayar dividen tunai senilai Rp3,40 triliun atau Rp118,26 per saham pada 8 Mei 2026.
Sektor energi mendominasi jajaran top leaders di tengah penguapan kapitalisasi pasar bursa senilai Rp1.160 triliun sepanjang perdagangan 2 – 6 Maret 2026.
Emiten batu bara seperti BSSR, ADRO, dan AADI membagikan dividen besar kepada pemegang saham, didorong oleh kenaikan laba dan aksi korporasi strategis.
IHSG diprediksi menguat meski investor waspada jelang RDG BI. Saham AMRT, BRPT, dan SMDR jadi pilihan. BI Rate diperkirakan tetap di 4,75%.
PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) akan membagikan dividen interim senilai US$250 juta pada 27 November 2025. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 17 November, dan di pasar tunai pada 19 November 2025.
Sejumlah emiten batu bara, meski laba menurun, tetap royal membagikan dividen interim 2025. Emiten seperti AADI, ITMG, BSSR, dan UNTR tetap menebar dividen kepada pemegang saham.
Low Tuck Kwong membeli 11,55 juta saham BYAN, meningkatkan kepemilikannya menjadi 40,22%. Meski pendapatan BYAN naik, laba bersih turun 7,30% pada 2025.
Saham batu bara BUMI, AADI, HRUM menguat saat IHSG capai ATH 8.085. Produksi batu bara 2025 diproyeksi turun 11,5% akibat pasar global tak menentu.
PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) buka peluang melakukan aksi buyback saham untuk meningkatkan nilai pemegang saham.