IHSG anjlok 3,06%, sentimen MSCI dan pelemahan rupiah jadi biang kerok
Tekanan dari sentimen MSCI dan pelemahan rupiah mendorong koreksi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Tekanan dari sentimen MSCI dan pelemahan rupiah mendorong koreksi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
BEI akan memperketat kriteria saham IDX80 mulai Mei 2026 untuk mencerminkan dinamika pasar. Perubahan meliputi likuiditas, free float, dan konsentrasi kepemilikan.
BEI mulai program Liquidity Provider untuk 5 saham, termasuk GGRM dan TKIM, guna meningkatkan likuiditas dan efisiensi perdagangan.
IHSG menguat 2,35% ke level 7.634 sepanjang pekan 13-17 April 2026, dengan kapitalisasi pasar Bursa melonjak Rp446 triliun menjadi Rp13.635 triliun.
Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada 17 April 2026, didorong saham ASII, UNTR, dan BRPT. IHSG juga naik 0,28%.
Indeks Bisnis-27 turun 0,81% meski saham INCO, ADRO, INKP, dan NCKL naik. IHSG melemah 0,68% ke 7.623,59 dengan 411 saham meningkat.
Widodo Makmur Perkasa (WMPP) berencana melakukan rights issue dengan menerbitkan hingga 8,5 miliar saham baru untuk memperbaiki struktur modal.
BEI mengawasi saham KUAS yang melonjak signifikan, dipengaruhi oleh pembelian besar oleh influencer saham Belvin Tannadi, yang kini memegang 8,26% saham.
Lesunya aktivitas IPO mendorong maraknya pergantian pemegang saham pengendali dan praktik backdoor listing sebagai jalur alternatif masuk bursa.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,94% ke 492,72, namun saham MEDC, DSNG, dan PTBA menguat. Sentimen global terkait AS-Iran mempengaruhi pasar.