IHSG potensi rebound terbatas hari ini (26/5), cermati saham SUPA, HRTA, hingga MAPA
IHSG berpotensi rebound terbatas hari ini, 26 Mei 2026. Cermati saham SUPA, HRTA, dan MAPA. Pasar masih volatil karena negosiasi Iran-AS dan rebalancing MSCI.
IHSG berpotensi rebound terbatas hari ini, 26 Mei 2026. Cermati saham SUPA, HRTA, dan MAPA. Pasar masih volatil karena negosiasi Iran-AS dan rebalancing MSCI.
Bursa Korea Selatan anjlok 6,12% pada 15 Mei 2026, dipicu aksi jual investor asing pada saham teknologi seperti Samsung, setelah reli AI global.
IHSG turun 3,38% pada 24 April 2026 karena sentimen global dan aksi profit taking. Saham BBCA, BUMI, dan lainnya melemah. IHSG dalam fase konsolidasi.
Reksa dana saham diproyeksikan tumbuh 7%-9% tahun ini, didorong sektor energi dan komoditas.
IHSG mengalami volatilitas meskipun mencetak rekor all time high karena rotasi sektoral dan posisi dekat resistance psikologis di level 9.000.
Saham milik konglomerat seperti BRPT hingga RATU menjadi top laggards IHSG 2026 akibat valuasi premium dan aksi profit taking, di tengah rotasi sektor energi.
Indeks Bisnis-27 menguat 1,13% ke 564,62 pada 13 Januari 2026, didorong kenaikan saham ADMR, ANTM, dan TLKM. IHSG juga dibuka menguat dengan 344 saham di zona hijau.
IHSG mencapai rekor tertinggi baru di 8.946,70 dengan saham ADRO, TINS, dan BBRI naik. Waspadai aksi profit taking dan geopolitik.
January Effect 2026 berpotensi terbatas akibat risiko global dan domestik, meski peluang penguatan IHSG ada.
Peluang Santa Claus Rally di IHSG terbuka, namun risiko global seperti kebijakan The Fed dan profit taking bisa menahan laju penguatan pasar saham akhir 2025.