IHSG diramal volatil Rabu (20/5), pasar tunggu pidato Prabowo & keputusan BI rate
IHSG diperkirakan masih volatil pada Rabu (20/5/2026) seiring pasar menanti pidato Presiden Prabowo di paripura DPR dan keputusan suku bunga Bank Indonesia.
IHSG diperkirakan masih volatil pada Rabu (20/5/2026) seiring pasar menanti pidato Presiden Prabowo di paripura DPR dan keputusan suku bunga Bank Indonesia.
Bank Indonesia diproyeksikan menaikkan BI Rate pada Mei 2026 untuk mengatasi pelemahan rupiah dan tekanan eksternal. Ekonom memprediksi kenaikan 25-50 bps.
IHSG dibuka naik tipis 0,04% ke 6.602, dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap hasil RDG BI yang mungkin menaikkan suku bunga akibat pelemahan rupiah.
Rupiah melemah ke level terendah akibat sentimen The Fed hingga harga minyak, sehingga memicu ekspektasi kenaikan BI Rate.
Bank Indonesia intervensi pasar valas dengan cadangan devisa dan SRBI untuk stabilkan rupiah. Ekonom sarankan keseimbangan intervensi dan konservasi cadev.
Rupiah melemah ke Rp17.575 per dolar AS pada Mei 2026 akibat ketegangan geopolitik dan harga minyak, sehingga analis memprediksi peluang BI Rate naik.
Peluang penurunan suku bunga The Fed pada 2026 kecil akibat ketidakpastian global dan inflasi, meski sebelumnya ada harapan pemangkasan.
The Fed mempertahankan suku bunga acuan di 3,75% pada April 2026, meski inflasi tinggi dan ketidakpastian ekonomi meningkat.
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 4,75% pada RDG April 2026, fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian eksternal dan inflasi energi.
Bank Indonesia diperkirakan menahan BI Rate di 4,75% pada April 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global dan ekspektasi inflasi yang meningkat.