Direksi Bank Jatim borong saham BJTM
Direksi Bank Jatim membeli saham untuk menunjukkan komitmen terhadap pertumbuhan berkelanjutan dan optimisme pada prospek bisnis, serta memberi sinyal positif kepada investor.
Direksi Bank Jatim membeli saham untuk menunjukkan komitmen terhadap pertumbuhan berkelanjutan dan optimisme pada prospek bisnis, serta memberi sinyal positif kepada investor.
Haji Isam meraih keuntungan Rp1,19 triliun dalam sehari setelah membeli 21,12% saham PACK, yang bergerak di sektor nikel, dengan tujuan investasi langsung.
Prajogo Pangestu menginvestasikan Rp8,48 miliar untuk membeli 900.000 saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) pada 23 Januari 2026, meningkatkan kepemilikannya menjadi 141,68 juta saham.
Direktur PT Janu Putra Sejahtera Tbk. (AYAM) membeli 35,26 juta saham AYAM, meningkatkan kepemilikan menjadi 1,68%.
RUPS Bank Banten setujui Bank Jatim jadi pemegang saham pengendali setelah beli saham BEKS senilai Rp742,82 juta, efektif usai persetujuan OJK.
Erwin Ciputra, Direktur Utama Chandra Asri Pacific (TPIA), membeli 200.000 saham TPIA senilai Rp1,44 miliar untuk investasi langsung.
PT Morris Capital Indonesia (MCI) membeli 2 juta saham PIPA, meningkatkan kepemilikan menjadi 49,92% untuk memperkuat posisi sebagai pemegang saham pengendali.
Bank Jatim membeli saham Bank Banten senilai Rp742,82 juta untuk membentuk KUB. Transaksi ini menjadikan Bank Jatim pemegang saham Bank Banten.
Direktur BCA Santoso membeli 100.000 saham BBCA untuk investasi, meningkatkan kepemilikannya menjadi 3,269 juta saham. Saham BBCA ditutup di Rp7.525.
Edi Riva’i, Direktur Chandra Asri, membeli 38.500 saham TPIA untuk investasi. Pembangunan pabrik CA-EDC di Cilegon mencapai 33%, mendukung hilirisasi nasional.