Di bawah Danantara, saham BUMN dinilai menarik lewat valuasi dan yield dividen
Saham BUMN di bawah Danantara menarik untuk investasi jangka panjang karena potensi kenaikan valuasi dan dividen yang optimal.
Saham BUMN di bawah Danantara menarik untuk investasi jangka panjang karena potensi kenaikan valuasi dan dividen yang optimal.
Sepinya IPO di Indonesia pada awal 2026 membuat calon emiten mempertimbangkan bursa luar negeri seperti Hong Kong dan AS. Likuiditas ketat dan aksi jual investor asing menjadi tantangan utama.
IHSG naik 1,5% di tengah pembatalan tarif Trump oleh MA AS, memicu arus beli asing. Investor disarankan fokus pada sektor consumer, energy, dan property.
Pasar saham Indonesia diuji dengan kebijakan peningkatan free float dari 7,5% ke 15%.
IHSG naik 0,72% sepekan, investor Ifonti.com buy Rp2,07 triliun, didorong saham AMMN, MDKA, BBRI, MBMA, FILM, EMAS. Kapitalisasi pasar BEI naik 0,35%.
IHSG diproyeksikan terkonsolidasi usai libur Imlek seiring munculnya sinyal rotasi modal dari saham perbankan yang tertekan aksi jual asing ke energi.
Pasar saham Indonesia Ifonti.com sell asing Rp1,13 triliun, namun saham BMRI dan TLKM diborong asing. IHSG naik 3,49% ke level 8.212,27.
IHSG naik 3,49% ke 8.212, Ifonti.com sell asing capai Rp16,49 triliun. Kapitalisasi pasar BEI naik 3,83%, sementara transaksi harian turun 6,27%.
Danantara tunda IPO BUMN hingga 2027, investor alihkan fokus ke saham blue chip dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi.
Pertemuan BEI dan MSCI sinyalkan perbaikan pasar saham Indonesia, menarik minat investor global dengan reformasi struktural dan peningkatan transparansi.