Kemenkeu pede ekonomi RI tumbuh 5,5%, saat Bank Dunia pangkas proyeksi
Kemenkeu optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,5% pada 2026, meski Bank Dunia memproyeksikan 4,7%, didukung konsumsi, investasi, dan sektor pertanian.
Kemenkeu optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,5% pada 2026, meski Bank Dunia memproyeksikan 4,7%, didukung konsumsi, investasi, dan sektor pertanian.
Implementasi B50 di Indonesia diproyeksikan meningkatkan permintaan CPO domestik, mengurangi ekspor, dan menjaga harga tinggi, menguntungkan emiten sawit seperti AALI dan TAPG.
IHSG turun 0,53% ke 6.989, dipicu sentimen global dan domestik negatif. Saham big caps seperti BBCA dan BREN melemah, sementara AMMN dan TLKM menguat.
IHSG melemah 0,61% ke 7.048,22 pada 31 Maret 2026, dengan saham MEDC, BUMI, dan EMTK turun signifikan. Sektor energi menguat, sementara keuangan melemah.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 1,37% ke 478,47 pada Senin (30/3/2026) dipengaruhi saham AMRT dan BBCA. Ketidakpastian global dan konflik AS-Iran memicu kekhawatiran ekonomi.
Bank Indonesia memperketat aturan transaksi valas mulai 1 April 2026 untuk meredam pelemahan rupiah.
IHSG berpotensi koreksi akibat konflik AS-Iran. Rekomendasi saham: MEDC, UNTR, GOTO. Harga minyak naik, bursa Asia bervariasi.
Harga minyak naik akibat ketegangan AS-Venezuela, mempengaruhi saham ENRG. Analis merekomendasikan beli dengan target harga Rp1.906.
IHSG diprediksi melemah akibat ketegangan AS-Venezuela. Investor disarankan memantau saham PYFA, ASSA, HMSP, PNBN, DATA, dan SCMA.
PNBP 2026 menghadapi tantangan dari volatilitas harga komoditas dan absennya dividen BUMN.