Harga buyback emas Antam naik 13,30% hingga hari ini Rabu (15/4)

Harga buyback emas Antam naik 13,30% menjadi Rp2.674.000 per gram pada 15 April 2026, mendekati rekor tertinggi. Kenaikan ini dipengaruhi oleh dinamika pasar global.

Harga buyback emas Antam naik 11,82% hingga hari ini Selasa (14/4)

Harga buyback emas Antam naik 11,82% sejak awal 2026, mencapai Rp2.639.000 per gram. Kenaikan ini dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik dan kebijakan moneter AS.

Harga buyback emas Antam naik 12,88% hingga hari ini Rabu (8/4)

Harga buyback emas Antam naik 12,88% hingga 8 April 2026, mencapai Rp2.664.000, meski masih di bawah rekor tertinggi Januari.

Harga buyback emas Antam naik 18,09% hingga hari ini Jumat (6/3)

Harga buyback emas Antam naik 18,09% pada 2026, meski turun Rp32.000 ke Rp2.787.000 per gram. Kenaikan ini dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik global.

Harga buyback emas Antam naik 19,44% hingga hari ini Kamis (5/3)

Harga buyback emas Antam telah naik 19,44% ytd 2026 menjadi Rp2.819.000 per gram pada 5 Maret 2026, meski masih di bawah rekor tertinggi Januari.

Harga buyback emas Antam naik 15,25% hari ini Kamis (5/2)

Harga buyback emas Antam naik 15,25% pada Kamis (5/2/2026), meski turun Rp17.000 ke Rp2.720.000. Kenaikan ini dipengaruhi pasar global.

Saham emas pilihan ANTM hingga ARCI saat harga logam mulia memanas

Saham emas seperti EMAS, ANTM, dan HRTA melonjak seiring kenaikan harga emas global akibat ketidakpastian kebijakan AS dan ekspektasi kebijakan The Fed.

Harga emas Antam sepekan, berat 1 gram naik Rp184.000

Harga emas Antam naik signifikan dalam sepekan, 1 gram naik Rp184.000, sementara 1.000 gram naik Rp184 juta, dari 19-24 Januari 2026.

Investor yang Kurangi Muatan Saham MDKA dan BRMS

Investor besar mengurangi saham di MDKA dan BRMS, meski harga emas naik. MDKA naik 42,06% dan BRMS 7,20% di 2026. Emas diprediksi terus menguat.

Saham HRTA, ARCI, dan ANTM cs melaju kala harga emas dunia cetak ATH

Saham HRTA, ARCI, dan ANTM menguat seiring harga emas dunia cetak ATH, didorong pelemahan data tenaga kerja AS dan ketegangan geopolitik global.