IHSG potensi rebound, investor bisa tambah koleksi saham harga diskon
IHSG diprediksi rebound setelah menyentuh titik bottom, menawarkan peluang bagi investor untuk menambah koleksi saham berkualitas dengan harga murah.
IHSG diprediksi rebound setelah menyentuh titik bottom, menawarkan peluang bagi investor untuk menambah koleksi saham berkualitas dengan harga murah.
IHSG berisiko koreksi ke 6.745-6.887 pada hari ini, Selasa (17/3/2026). Cermati saham BBCA, INDY, SUPA, dan TINS untuk peluang beli saat harga melemah.
IHSG berpotensi koreksi akibat konflik AS-Iran. Rekomendasi saham: MEDC, UNTR, GOTO. Harga minyak naik, bursa Asia bervariasi.
IHSG diproyeksi koreksi lanjut, cermati saham RAJA dan RATU. IHSG melemah 1,37% ke 8.280. MNC Sekuritas rekomendasikan buy on weakness untuk RAJA dan RATU.
IHSG berpotensi koreksi pada 25/2/2026. Saham MBMA, TAPG, dan WIRG direkomendasikan BRI Danareksa Sekuritas. Sentimen AS-Iran dan The Fed mempengaruhi pasar.
IHSG ditutup melemah, pasar menanti langkah konkret BEI dan OJK dalam reformasi pasar modal untuk memulihkan kepercayaan investor dan mendorong rebound.
IHSG sesi I anjlok 5,31% ke 7.887,16 dengan 750 saham melemah, termasuk saham berkapitalisasi besar seperti AMMN, BRPT, dan CUAN yang turun lebih dari 10%.
Bursa Efek Indonesia libur pada 16-17 Februari 2026 untuk Imlek, dengan 18 hari bursa aktif.
IHSG melemah 1,37% dalam sepekan hingga 23 Januari 2026, dengan dana asing keluar Rp3,25 triliun, dipicu aksi jual besar-besaran investor asing.
IHSG diprediksi rentan koreksi akibat sentimen makroekonomi seperti pelemahan rupiah dan kondisi geopolitik, dengan area support di 9.110 & resistance di 9.170.