Indeks Bisnis-27 ditutup turun, saham INCO, ADRO hingga NCKL masih melaju

Ifonti.com , JAKARTA — Indeks Bisnis-27 ditutup melemah seiring koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (15/4/2026). Meski demikian, saham INCO, ADRO, INKP, dan NCKL terpantau masih bertumbuh. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama Bursa dengan harian Bisnis Indonesia ini turun 0,81% atau 4,10 poin ke 501,88. Tercatat, sebanyak 13 saham menguat, 11 saham turun, dan 3 stagnan. 

Saham dengan kenaikan harga tertinggi dipimpin PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) sebesar 5,84% ke Rp6.800 per saham, diikuti PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang menguat 2,86% menjadi Rp2.520 per saham.

Saham lain yang terapresiasi adalah PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) dengan kenaikan 2,83% menjadi Rp10.000, sementara saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) bertumbuh 2,68% ke level Rp1.150 per saham. 

: IHSG Ditutup Koreksi Tertekan Saham BUMI, PTRO, hingga BBRI Ambrol

Adapun penurunan terdalam ditorehkan saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang turun 3,82% menjadi Rp252 per saham, sementara PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) juga terkoreksi sebesar 3,13% ke Rp1.700 per saham.

IHSG sendiri ditutup melemah 0,68% menuju posisi 7.623,59. Sepanjang hari ini, indeks komposit dibuka pada level 7.750,90 dan sempat ke posisi 7.773,58. 

Di samping itu, sebanyak 411 saham meningkat, 297 saham terkoreksi, dan 251 saham stagnan. Adapun, kapitalisasi pasar mencapai Rp13.581 triliun.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menuturkan IHSG sempat ditutup menguat 0,44% ke level 7.709,56 pada perdagangan sesi pertama, dengan sektor yang memimpin kenaikan, antara lain transportasi sebesar 3,34%, industrial 2,85%, dan basic materials menguat 1,20%.  

Secara teknikal, lanjut Valdy, pasar menunjukkan tren penguatan yang berlanjut, tercermin dari histogram MACD yang tetap bergerak di area positif. 

“Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang 7.700 – 7.800 pada perdagangan hari ini,” ujarnya dalam riset harian.  

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.