IHSG Hari Ini (27/3) Ditutup ke Level 7.0976, Profit Taking dan Geopolitik Membayangi
IHSG ditutup melemah 0,94% ke level 7.097,6 pada 27 Maret 2026, dipengaruhi oleh aksi profit taking dan ketidakpastian geopolitik antara AS dan Iran.
IHSG ditutup melemah 0,94% ke level 7.097,6 pada 27 Maret 2026, dipengaruhi oleh aksi profit taking dan ketidakpastian geopolitik antara AS dan Iran.
IHSG diproyeksikan melanjutkan tren penguatan dengan menguji level resistance 7.400 pada perdagangan hari ini, Kamis (26/3/2026).
IHSG berisiko koreksi ke 6.745-6.887 pada hari ini, Selasa (17/3/2026). Cermati saham BBCA, INDY, SUPA, dan TINS untuk peluang beli saat harga melemah.
IHSG turun 1,61% ke 7.022,28 pada 16 Maret 2026, dipicu penurunan saham big caps seperti AMMN, DSSA, dan BREN. Market cap mencapai Rp12.439 triliun.
IHSG dibuka menguat 1,49% ke 7.446,55 pada 10/3/2026, saham PTRO, ANTM, dan TINS naik signifikan. Sentimen positif dari Wall Street mendukung penguatan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan dapat melakukan rebound hari ini, dengan sejumlah saham seperti UNTR, MAPI, hingga LSIP menjadi pilihan.
IHSG sesi I turun 3,49% pada 9 Maret 2026, dipicu sentimen negatif global dan domestik, menyebabkan saham konglomerat Indonesia melemah. Fitch Ratings revisi outlook utang Indonesia jadi negatif.
IHSG diprediksi bergerak terbatas, saham TAPG, PSKT, dan ESSA direkomendasikan BRI Danareksa. Investor cermati data ekonomi dan geopolitik Iran.
IHSG mengalami rebound dengan mencetak kenaikan 1,76% atau 133,47 poin menuju level 7.710,53 pada perdagangan hari ini, Kamis (5/3/2026).
IHSG melemah 1,41% akibat ketegangan AS-Iran. BEI imbau investor tetap rasional dan fokus pada fundamental. Saham energi naik di tengah ketidakpastian.