Daftar saham pemberat IHSG usai rebalancing MSCI, ada BMRI, BREN hingga TPIA
IHSG melemah 3,53% usai rebalancing MSCI, dengan BMRI, BREN, dan TPIA sebagai pemberat utama. Kapitalisasi pasar turun 4,68% menjadi Rp11.825 triliun.
IHSG melemah 3,53% usai rebalancing MSCI, dengan BMRI, BREN, dan TPIA sebagai pemberat utama. Kapitalisasi pasar turun 4,68% menjadi Rp11.825 triliun.
Indeks Bisnis-27 melemah akibat sentimen negatif MSCI, dengan saham INCO dan BBRI turun.
IHSG diprediksi melemah, namun saham MAPA, PNLF, dan BDMN direkomendasikan oleh BRI Danareksa Sekuritas. Pasar fokus pada royalti mineral dan rebalancing MSCI.
Investor asing Ifonti.com sell Rp14,46 triliun hingga Februari 2026, memicu tekanan IHSG. Peluang buy on weakness terbuka pada saham fundamental kuat pasca rebalancing MSCI.
MSCI akan mengumumkan rebalancing indeks pada 10 Februari 2026. BUMI dan PANI diprediksi masuk MSCI Global Standard, sementara 9 saham lain masuk Small Cap.
IHSG diproyeksikan naik didorong kebijakan fiskal pro-pertumbuhan. Saham TLKM, TOWR, dan BRPT direkomendasikan untuk strategi buy on weakness.
Reli IHSG didorong saham konglomerat dan aliran modal asing, berpotensi mencapai 8.000 sebelum koreksi. Investor waspada profit taking dan perubahan suku bunga The Fed.
Analis merevisi target IHSG mendekati 8.000 karena reli saham dan masuknya investor asing. BRI Danareksa, Kiwoom, dan Infovesta optimis, meski waspada koreksi.
IHSG naik 0,96% ke 7.605 pada HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia, didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan rebalancing MSCI. Saham BREN dan DSSA memimpin kenaikan.
Rebalancing MSCI memasukkan DSSA dan CUAN diproyeksi bawa IHSG naik. IHSG diprediksi bergerak di 7.450-7.550, didorong inflow dan pemulihan ekonomi.