IHSG ditutup turun 0,48% ke 7.072, saham AMMN, DSSA dan TPIA kompak merah
IHSG turun 0,48% ke 7.072 pada 28 April 2026, dipengaruhi saham AMMN, DSSA, dan TPIA yang melemah. Kapitalisasi pasar mencapai Rp12.617 triliun.
IHSG turun 0,48% ke 7.072 pada 28 April 2026, dipengaruhi saham AMMN, DSSA, dan TPIA yang melemah. Kapitalisasi pasar mencapai Rp12.617 triliun.
IHSG dibuka naik 0,58% ke 7.147, saham BBCA, BREN, TPIA menguat. Namun, IHSG berisiko terkoreksi karena aksi jual asing dan ketidakpastian geopolitik.
IHSG turun 3,38% ke 7.129, dipicu pelemahan rupiah dan saham big caps seperti BBCA dan BREN. Konflik geopolitik dan harga minyak tinggi menambah tekanan.
IHSG naik 1,25% ke 7.771 pada 15 April 2026, didukung saham BBCA, TPIA, dan BBRI. Pasar menyambut roadmap OJK untuk memperdalam pasar keuangan.
IHSG ditutup naik 0,39% ke 7.307,59 didorong oleh penguatan saham big caps seperti BREN, DSSA, dan TPIA.
IHSG diprediksi rawan koreksi pada 9 April 2026. Saham BRMS, BIPI, MBMA, dan PANI direkomendasikan untuk dibeli saat melemah. Sentimen positif meredanya perang AS-Iran.
IHSG melonjak 4,42% ke 7.279,21 usai meredanya konflik AS-Iran, saham BREN hingga AMMN kompak hijau, didorong sentimen positif gencatan senjata.
IHSG turun 1,61% ke 7.022,28 pada 16 Maret 2026, dipicu penurunan saham big caps seperti AMMN, DSSA, dan BREN. Market cap mencapai Rp12.439 triliun.
IHSG sesi I turun 3,49% pada 9 Maret 2026, dipicu sentimen negatif global dan domestik, menyebabkan saham konglomerat Indonesia melemah. Fitch Ratings revisi outlook utang Indonesia jadi negatif.
IHSG naik tipis ke 8.322,91 didorong saham AMMN, PANI, BMRI. Saham big caps menguat, sementara TLKM dan DSSA melemah. Proyeksi IHSG konsolidasi.