IHSG sepekan naik 0,19% ke 6.969, nilai transaksi harian BEI tembus Rp23,06 triliun
IHSG mengalami kenaikan 0,18% sepanjang pekan ini, dengan rata-rata nilai transaksi harian Bursa meningkat menjadi Rp23,06 triliun.
IHSG mengalami kenaikan 0,18% sepanjang pekan ini, dengan rata-rata nilai transaksi harian Bursa meningkat menjadi Rp23,06 triliun.
IHSG turun 2,86% ke 6.969 akibat risiko geopolitik AS-Iran dan pelemahan rupiah. Saham big caps seperti DSSA dan BREN alami koreksi tajam.
Ratusan emiten di BEI belum penuhi free float 15%, suplai saham diprediksi naik signifikan pada 2027-2029. Opsi aksi korporasi termasuk rights issue.
IHSG diprediksi bergerak terbatas pada 7 Mei 2026, dengan saham ESSA, ENRG, dan KOTA direkomendasikan. Perhatikan geopolitik dan rupiah.
IHSG dibuka naik 0,97% ke 7.023,96, didorong saham TPIA, BREN, dan AMMN. Sebanyak 360 saham menguat, kapitalisasi pasar Rp12.561,88 triliun.
IHSG turun 2,42% ke level 6.956,80 dan kapitalisasi pasar bursa berkurang Rp354 triliun menjadi Rp12.382 triliun dalam sepekan.
IHSG ditutup melemah 2,03% ke 6.956,80 pada 30 April 2026, dipengaruhi penurunan saham DSSA dan BREN. Hanya 133 saham menguat, 576 turun.
Bursa Efek Indonesia akan buka kembali Senin (4/5/2026) setelah libur Hari Buruh. IHSG melemah sebelum libur, dipengaruhi oleh koreksi saham big caps.
IHSG dibuka turun 0,87% ke 7.039,67 pada 30 April 2026, dipengaruhi oleh penurunan saham big caps seperti DSSA, BYAN, dan BBCA. Investor menanti hasil pertemuan The Fed.
IHSG rebound 0,41% ke 7.101,23 didukung saham BREN & AMMN. Pasar menanti data The Fed dan laporan keuangan emiten kuartal I/2026.