IHSG Terguncang, Saham Logam Mulia ANTM, BRMS & EMAS Naik jadi Top Leaders
IHSG turun 1,6% akibat konflik AS-Iran, sementara saham ANTM, BRMS, dan EMAS naik. Investor diimbau tetap tenang dan fokus pada analisis fundamental.
IHSG turun 1,6% akibat konflik AS-Iran, sementara saham ANTM, BRMS, dan EMAS naik. Investor diimbau tetap tenang dan fokus pada analisis fundamental.
Saham Bakrie dan Chairul Tanjung bersinar saat IHSG turun 0,44% pekan ini, dengan Bakrie melonjak 76,86% dan Bank Mega naik 40,48%, meski IHSG tertekan.
IHSG naik tipis ke 8.322,91 didorong saham AMMN, PANI, BMRI. Saham big caps menguat, sementara TLKM dan DSSA melemah. Proyeksi IHSG konsolidasi.
IHSG diproyeksi koreksi lanjut, cermati saham RAJA dan RATU. IHSG melemah 1,37% ke 8.280. MNC Sekuritas rekomendasikan buy on weakness untuk RAJA dan RATU.
IHSG turun 2,08% ke 7.935 akibat revisi outlook Moody’s. Saham big caps seperti UNVR dan TLKM naik, sementara ASII dan DSSA melemah. Pasar diprediksi volatil.
IHSG diproyeksi tembus 9.000 pada 2026 meski diguncang MSCI, didorong reformasi pasar modal dan saham big caps bervaluasi murah.
IHSG turun 0,47% ke 8.933 akibat koreksi saham ASII, BBCA, dan AMMN. Investor asing catat beli bersih Rp24,2 miliar, sementara pasar fokus pada laporan keuangan Ifonti.com dan pertemuan FOMC The Fed.
Rupiah melemah, inflow asing ke saham big caps bersifat jangka pendek dan oportunistik.
IHSG mengalami volatilitas meskipun mencetak rekor all time high karena rotasi sektoral dan posisi dekat resistance psikologis di level 9.000.
IHSG cetak rekor baru di 8.859 pada 5 Januari 2026, didorong saham BYAN, TLKM, dan DCII. Kapitalisasi pasar mencapai Rp16.194 triliun.