
Ifonti.com , JAKARTA — Bank Indonesia (BI) menyebut tujuh langkah stabilisasi nilai tukar rupiah saat ini yang sudah melewati Rp14.000 per dolar AS bukanlah strategi business as usual. Cadangan devisa pun dioptimalkan secara maksimal guna intervensi di pasar keuangan baik di dalam maupun luar negeri.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan intervensi dalam jumlah yang besar. Hal ini terlihat dari posisi cadangan devisa yang semakin terkikis hingga ke level US$148,2 miliar per Maret 2026.
“Tujuh langkah itu adalah langkah-langkah yang all-out. Satu, intervensi dengan jumlah yang besar dengan cadangan devisa yang ditunjukkan turun menjadi bulan lalu US$148,2 miliar. Tetapi itu lebih dari cukup, kami ukur,” terangnya pada konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta, Kamis (7/5/2026).
: Gelombang Aksi Jual Asing di Pasar SBN Guncang Rupiah
Meski intervensi ini mengikis cadangan devisa dalam negeri, Perry memastikan bahwa porsinya masih setara pembiayaan 6 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Ini juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
“Tolong diingat, cadangan devisa ini dikumpulkan pada saat panen besar. Makanya ini kami gunakan untuk pada saat paceklik, pada saat outflow, jumlahnya besar,” lanjutnya.
: : Ekonom Wanti-wanti Dampak Tekanan Rupiah terhadap Industri Otomotif
Intervensi juga tidak hanya dilakukan dalam porsi yang besar, namun juga di dalam negeri dan luar negeri. Gubernur BI dua periode itu menyebut intervensi secara offshore dilakukan di berbagai pasar luar negeri seperti Hong Kong dan Singapura maupun London, Inggris hingga New York, AS.
“Around the world, around the clock [Di seluruh dunia, sepanjang waktu]. Kami tuh intervensi di pasar luar negeri, offshore NDF,” jelasnya.
: : Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 7 Mei 2026
Di sisi lain, bank sentral juga menaikkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk memicu aliran modal asing masuk ke pasar keuangan khususnya saham dan SBN. Dia memastikan kenaikan yield SRBI sudah dikoordinasikan bersama-sama dengan anggota KSSK lainnya.
“Secara total memang SRBI inflow-nya lebih gede dari net outflow-nya SBN year-to-date. Misalnya, inflow dari SRBI year to date itu Rp78,1 triliun, outflow sahamnya Rp38,6 triliun. SBN meskipun di minggu-minggu terakhir sudah inflow, tetapi year-to-date Rp11,7 triliun outflow,” pungkas Perry.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, BI telah melakukan tujuh langkah stabilisasi rupiah yang sudah didukung oleh Presiden Prabowo Subianto. Pertama, intervensi di pasar valas baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Kedua, optimalisasi instrumen SRBI. Ketiga, pembelian SBN di pasar sekunder.
Keempat, pelonggaran likuiditas perbankan. Kelima, pembatasan pembelian dolar AS dari US$100.000 per orang setiap bulannya menjadi US$25.000.
Keenam, menambah pasokan dolar melalui pasar NDF di luar negeri. Ketujuh, memperketat pengawasan pembelian dolar.