Erajaya Swasembada (ERAA) bakal buyback saham hingga Rp150 miliar

Ifonti.com , JAKARTA — Emiten ritel produk teknologi, PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA), berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp150 miliar di tengah kondisi pasar modal yang berfluktuasi signifikan.

Head of Legal & Corporate Secretary ERAA, Amelia Allen, menyampaikan bahwa rencana buyback saham tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Signifikan, serta ketentuan pendukung lainnya.

“Perseroan merencanakan untuk melakukan pembelian kembali saham Perseroan yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp150 miliar,” ujar Amelia dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (23/1/2026).

: Penjualan iPhone 17 Dorong SSSG Erajaya (ERAA) Naik Tajam

Mengacu pada ketentuan SEOJK No. 3/SEOJK.04/2020, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor, dengan ketentuan saham beredar paling sedikit sebesar 7,5% dari modal disetor perseroan. Pelaksanaan buyback saham akan dilakukan secara bertahap selama periode tiga bulan, terhitung sejak 23 Januari 2026 hingga 23 April 2026, melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

Amelia menegaskan bahwa pendanaan buyback saham akan sepenuhnya berasal dari kas internal perseroan. Dana tersebut tidak termasuk biaya transaksi, komisi perantara perdagangan efek, serta biaya lain yang berkaitan dengan pelaksanaan buyback.

: : Erajaya Swasembada (ERAA) Pertajam Fokus Bisnis 2026, Lanjut Ekspansi Gerai

Perseroan meyakini bahwa aksi buyback saham ini tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kondisi keuangan maupun kegiatan usaha. ERAA menilai bahwa struktur permodalan dan arus kas perseroan saat ini berada pada level yang memadai untuk mendukung pembelian kembali saham sekaligus pembiayaan operasional dan pengembangan usaha.

“Dengan asumsi Perseroan menggunakan kas internal sebesar Rp150 miliar, maka aset dan ekuitas akan menurun sebesar jumlah tersebut ditambah biaya transaksi. Namun dampaknya terhadap operasional dan laba rugi Perseroan diperkirakan tidak material,” jelas Amelia.

: : GoTo Buka Bursa Kerja Gojek untuk Tingkatkan Kesejahteraan Mitra

Dalam pelaksanaannya, ERAA menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. sebagai perantara untuk melakukan pembelian kembali saham selama periode buyback. Selama masa tersebut, pihak-pihak tertentu, termasuk komisaris, direksi, pegawai, pemegang saham utama, serta pihak yang memiliki akses terhadap informasi orang dalam, dilarang melakukan transaksi atas saham Perseroan.

Setelah periode buyback berakhir, Perseroan dapat melakukan pengalihan atas saham hasil pembelian kembali dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya POJK Nomor 13 Tahun 2023.

Manajemen ERAA berharap aksi buyback saham ini dapat menjaga kepercayaan investor, mendukung stabilitas harga saham Perseroan di tengah volatilitas pasar, serta memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan struktur permodalan ke depan.

Di lantai Bursa, saham ERAA terpantau stagnan di level Rp408 per lembar pada penutupan perdagangan Kamis (22/1/2025). Banderol tersebut juga mencerminkan pelemahan 20,78% dalam enam bulan terakhir.

Erajaya Swasembada Tbk. – TradingView _______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.