
Ifonti.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir melemah pada hari ini, Jumat (13/2/2026).
Menjelang libur panjang, IHSG terkoreksi 53,08 poin atau 0,64% ke level 8.212,27 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, selama sepekan, IHSG masih mampu menguat 3,49%.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang melihat, pelemahan IHSG hari ini disebabkan oleh investor yang cenderung berhati-hati menjelang libur panjang.
Saham sektor infrastruktur mengalami koreksi terbesar, sedangkan sektor transportasi membukukan penguatan terbesar. “Hal ini seiring adanya katalis positif dari adanya insentif dari pemerintah bagi industri galangan kapal,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (13/2/2026).
IHSG Dibuka Melemah Jumat (13/2), Simak Proyeksinya Hari Ini
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah ke level Rp16.825 per dolar AS di perdagangan Jumat (13/2/2026).
“Mayoritas indeks di bursa Asia juga ditutup melemah karena sentimen negatif dari indeks bursa Wall Street,” ungkapnya.
Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, pergerakan IHSG sepanjang pekan ini dipengaruhi beberapa sentimen, baik positif maupun negatif.
Pertama, investor yang masih mencermati dan menanti akan tindakan selanjutnya dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan self regulatory organization (SRO) Tanah Air terkait reformasi pasar modal dan juga pemenuhan kriteria data MSCI.
Kedua, terdapat beberapa rilis data ekonomi sepanjang pekan ini. Seperti, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia yang bertumbuh, China yang mengalami deflasi, dan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang masih baik setelah rilis data pekerjaan.
Ketiga, harga komoditas emas yang naik tipis dalam sepekan dan nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar AS. “Terakhir, investor yang cenderung profit taking menjelang libur panjang Imlek,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (13/2/2026).
IHSG Melemah pada Perdagangan Jumat (12/2) Pagi, AMMN, SMGR, NCKL Top Losers LQ45
Alrich mengatakan pada pekan depan, investor akan mencermati Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Kamis (19/2) yang diperkirakan masih akan mempertahankan BI Rate pada level 4,75%.
Herditya memperkirakan, IHSG pada perdagangan Rabu (18/2) depan berpeluang bergerak menguat dengan support 8.132 dan resistance 8.265.
“Sentimennya berasal dari investor akan menanti BI rate yang akan diumumkan pada hari Kamis, serta masih akan dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas,” tuturnya.
Herditya pun menyarankan investor untuk mencermati saham INDY dengan target harga Rp 3.840 – Rp 4.070 per saham, ISAT Rp 2.310 – Rp 2.400 per saham, dan MAPI Rp 1.385 – Rp 1.440 per saham.
IHSG Melemah 0,64% ke 8.212, Top Losers LQ45: SMGR, EXCL dan PGAS, Jumat (13/2)