
Ifonti.com JAKARTA. Tahun Kuda Api 2026 diproyeksikan membawa peluang menarik bagi pasar saham, terutama pada sektor yang berelemen logam, api, dan kayu. Pakar Feng Shui, Master Xiang Yi, menekankan bahwa energi dari elemen api pada tahun ini cukup besar, sehingga meningkatkan volatilitas pasar.
“Api besar sekali energinya. Jadi, akan menimbulkan gejolak yang lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (13/2).
Menurut Master Xiang Yi, kondisi volatilitas ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertengahan tahun 2026, namun akan lebih tenang menjelang akhir tahun.
Prospek Sektor Saham Berdasarkan Elemen
Dari perspektif elemen, sektor saham yang diproyeksikan prospektif pada 2026 meliputi:
-
Elemen Logam: sektor keuangan, komoditas logam, dan elektronik.
-
Elemen Api: sektor teknologi AI, energi, telekomunikasi, dan media.
-
Elemen Kayu: sektor farmasi serta kayu (pulp and paper).
IHSG Terkoreksi 0,64%, Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing di Akhir Pekan Ini
Sementara itu, elemen tanah dan air diperkirakan kurang menguntungkan. Sektor properti yang termasuk elemen tanah diproyeksikan memiliki imbal hasil rendah, sedangkan elemen air, termasuk sektor logistik dan transportasi, juga kurang prospektif.
CLSA Feng Shui Index 2026: Logam Menjadi Primadona
CLSA Feng Shui Index 2026 memprediksi bahwa sektor berelemen logam akan unggul di Tahun Kuda Api 2026. Mengutip laman resmi CLSA, elemen logam telah menjadi primadona beberapa tahun terakhir dan kembali unggul karena mampu bereaksi cepat terhadap unsur api.
Sektor unggulan dari elemen logam meliputi teknologi, otomotif, dan baterai.
Di posisi kedua, sektor berelemen api akan menguat, terutama pada dua bulan terakhir 2026. Sektor unggulannya antara lain internet, energi, telekomunikasi, dan perhiasan.
Posisi ketiga ditempati elemen tanah, dengan sektor unggulan konsumer, real estate, infrastruktur, dan semen, yang diprediksi akan sangat menguat pada Oktober 2026.
CLSA juga menekankan bahwa Tahun Kuda Api 2026 diperkirakan penuh perubahan cepat dan pergerakan tajam di pasar Indonesia. Awal tahun akan terasa tidak stabil, namun kondisi biasanya membaik di pertengahan hingga akhir tahun, meskipun tetap ada kejutan.
“Ini mirip dengan kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sekarang,” tulis riset terpisah terkait CLSA Feng Shui JCI yang diterima Kontan, Jumat (13/2).
Sektor yang Berpotensi Menguat dan Tertekan
Sektor dengan potensi penguatan di tahun ini antara lain:
-
Pertanian, crude palm oil (CPO), dan pangan, yang dominan elemen kayu.
-
Hiburan dan media, perhiasan dan logam mulia, serta sektor hukum dan regulasi.
Sektor yang diperkirakan tertekan meliputi:
-
Shipping dan pelayaran.
-
Perdagangan global dengan siklus sensitif ekspor-impor.
-
Bisnis berbasis logistik laut.
“Secara umum, Tahun Kuda biasanya memberi pertumbuhan sedang, tidak terlalu tinggi, tapi tetap positif,” tulis riset tersebut.
IHSG Melemah 0,64% ke 8.212, Top Losers LQ45: SMGR, EXCL dan PGAS, Jumat (13/2)
Rekomendasi Saham Berdasarkan Elemen
Pengamat Pasar Modal sekaligus Co-Founder AP Trading Insight Singapore, Kiswoyo Adi Joe, melihat potensi investasi saham pada beberapa sektor unggulan:
Elemen Logam:
-
Timah: TINS – target harga 1 tahun Rp 4.500 per saham
-
Nikel: HRUM (Rp 2.500), INCO (Rp 8.000), MBMA (Rp 1.500), NCKL (Rp 1.600)
-
Emas: INDY (Rp 8.000), EMAS (Rp 1.000), PSAB (Rp 4.000), MDKA (Rp 2.000), ARCI (Rp 4.500), ANTM (Rp 1.200), BRMS (Rp 4.000)
-
Otomotif: ASII – target harga 1 tahun Rp 8.000 per saham
Elemen Api:
-
Telekomunikasi: TLKM – target harga 1 tahun Rp 4.500 per saham
-
Energi: MEDC – target harga 1.800 per saham
Elemen Kayu:
-
CPO: AALI (Rp 10.000), LSIP (Rp 1.800), BWPT (Rp 250)
-
Pulp and Paper: INKP (Rp 18.000), TLKM (Rp 11.000)