Telkom (TLKM) bidik sovereign AI Indonesia, siapkan model AI lokal hingga 2028

Ifonti.com JAKARTA. Emiten infrastruktur digital, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tengah mempercepat pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) termasuk Sovereign AI Indonesia dalam jangka panjang. 

Executive General Manager Digital Product Telkom Komang Budi Aryasa menjelaskan TLKM telah menyiapkan peta jalan pengembangan AI hingga 2028.

Tahapan awal difokuskan pada pemanfaatan AI untuk kebutuhan internal sebelum diperluas ke solusi eksternal berbasis industri untuk berbagai sektor hingga bisa dimonetisasi.  

“Pada tahap awal kami memastikan implementasi AI terbukti dulu di internal. Lalu solusi yang sudah ada akan ditambahkan kapabilitas AI agar lebih produktif dan efisien,” jelasnya dalam acara media update, Senin (2/3).

Simak Rekomendasi Teknikal BBRI, ASII, dan DEWA untuk Selasa (3/3)

Komang bilang pada 2027 Telkom akan mulai mengembangkan model AI berbasis vertikal industri. Ini mencakup sektor kesehatan, pendidikan, ritel, hingga manufaktur yang membutuhkan pendekatan model berbeda.

Menurutnya, kebutuhan AI di setiap industri tidak bisa disamakan karena karakter data dan proses bisnis berbeda. Oleh karena, TLKM menargetkan pembangunan large language model (LLM) sesuai kebutuhan sektor. 

“Model AI untuk industri kesehatan tentu berbeda dengan pendidikan atau retail, sehingga kami harus membangun kapabilitas model yang sesuai dengan konteks industrinya,” ucap Komang. 

Selanjutnya pada 2028, Telkom menargetkan terwujudnya sovereign AI Indonesia melalui pengembangan model dan infrastruktur sendiri. Ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap platform global sekaligus menjaga keamanan data.

Komang menilai isu perpindahan data lintas negara menjadi perhatian utama di tengah meningkatnya tensi teknologi global. Ia menegaskan data pelanggan dan perusahaan diharapkan dapat tersimpan di pusat data domestik.

“Kalau kita tidak membangun sovereign AI sendiri, data berpotensi keluar negeri, sehingga kami mulai merancang agar data dan model bisa berada di dalam ekosistem nasional,” tuturnya. 

.Untuk mendukung strategi tersebut, TLKM akan memperkuat fondasi infrastruktur melalui pengembangan data center dan penyediaan GPU. Ini krusial karena pemrosesan AI membutuhkan kapasitas komputasi tinggi.

Pendapatan Ditargetkan Tumbuh 10%, Analis Sebut Target AKRA Terlalu Optimistis